METRO PADANG

Ada Praktik “Lansir” Solar Subsidi, Andre Rosiade: 3.500 Nopol Sudah Diblokir Pertamina

0
×

Ada Praktik “Lansir” Solar Subsidi, Andre Rosiade: 3.500 Nopol Sudah Diblokir Pertamina

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO–Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menanggapi serius keluhan masyarakat Sumbar terkait maraknya praktik pembelian BBM Solar bersubsidi secara ilegal atau yang dikenal dengan istilah “lansir”. Menurutnya, praktik ini telah berdampak pada kelangkaan Solar di beberapa daerah di Sumbar.

Andre mengungkapkan Pertamina Patra Niaga wi­la­yah Sumbar telah mengambil langkah awal dengan memblokir ribuan nomor polisi kendaraan yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut.

“Pertamina sudah men­­­­jalankan tugas dan kewe­nangannya. Sebanyak 3.500 nopol kendaraan yang di­duga kuat terlibat lan­sir BBM bersubsidi su­dah di­blokir,” kata Andre Rosiade saat sidak ke SPBU Air Pacah, Koto Tangah, Kota Pa­dang, Minggu (9/11).

Andre Rosiade datang didampingi Romi Bachtiar, Area Manager Comrel & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Sales Are Manager (SAM) Sumbar Fachri Rizal, Ketua Hiswana Migas Sumbar Ridwan Hosen dan lainnya.

Selain itu, kata Andre, Per­tamina Patra Niaga ju­ga disebut berkali-kali mem­­­berikan sanksi tegas ke­­pada SPBU yang terbukti memfasilitasi penjualan Solar bersubsidi kepada pihak yang tidak berhak.

Meski demikian, Andre menegaskan bahwa proses penindakan hukum bukan ranah Pertamina, melainkan aparat kepolisian. Karena itu, ia akan meminta dukungan langsung dari Kapolda Sumbar agar penanganan pelanggaran ini dapat berjalan efektif.

“Untuk penegakan hukumnya bukan kewenangan Pertamina. Karena itu, kami akan meminta Kapolda Sumbar agar dapat bekerja sama dengan Pertamina dalam melakukan pe­ne­lusuran dan penindakan di lapangan,” ujar Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI.

Andre menduga praktik “lansir” menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kelangkaan Solar, mes­ki­pun kuota BBM bersubsidi telah dinaikkan hingga 15%. Ia menilai Solar hasil lansiran berpotensi dialihkan ke sektor-sektor yang se­ha­rus­nya tidak menerima sub­sidi, seperti tambang, industri, atau perkebunan.

“Kalau masih langka, berarti ada yang tidak tepat sasaran. Ini harus kita tuntaskan bersama,” tegas Andre.

Ia berharap kolaborasi Pertamina dan Polda Sumbar dapat memastikan distribusi Solar bersubsidi kembali sesuai peruntukan, sehingga masyarakat yang berhak benar-benar mendapat manfaat. “Kami sangat berharap penegakan hukum terus dilakukan agar BBM subsidi bisa tepat sasaran,” katanya. (*)