BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kota Bukittinggi bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bukittinggi menggelar kegiatan bertajuk “Knowledge Sharing: Memahami Inflasi untuk Kemajuan Kota Bukittinggi”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Balai Kota Bukittinggi, Kamis (6/11).
Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi strategis antara pemerintah daerah dan lembaga statistik dalam memperkuat sinergi pengendalian inflasi. Hadir sebagai peserta sebanyak 65 perwakilan instansi dan perangkat daerah, termasuk Bank Indonesia dan BPS Provinsi Sumatra Barat.
Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BPS atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menilai, pengelolaan inflasi merupakan aspek penting yang mencerminkan keberhasilan pembangunan ekonomi daerah.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bagi para pemangku kepentingan daerah tentang inflasi, faktor-faktornya, serta dampaknya terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Kita berupaya menjaga inflasi dalam kisaran ideal, yakni antara 1,5 hingga 3,5 persen,” ujar Rismal Hadi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa inflasi bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut kestabilan harga kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, kerja sama lintas sektor diperlukan agar kebijakan pengendalian inflasi di Bukittinggi semakin tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Bukittinggi, Abdi Gunawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antarinstansi dalam menghadapi dinamika ekonomi global dan nasional.
“Melalui forum ini, kami ingin menggali wawasan dan best practice dari Bank Indonesia tentang peluang dan tantangan ekonomi di tengah dinamika inflasi. Inflasi bukan sekadar angka, tetapi juga cerminan stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan sinergi semua pihak,” jelas Abdi.
Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2026, BPS akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026, yang menjadi momentum penting untuk memotret seluruh kegiatan usaha di Indonesia, termasuk di Kota Bukittinggi.
Kegiatan ini turut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Sekda Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, SSTP, M.Si, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Barat, Ridwan Anhar, dan BPS Provinsi Sumatra Barat, Rory, SST, M.Si.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan pemangku kepentingan di Bukittinggi semakin memahami peran penting data, analisis ekonomi, dan kebijakan berbasis bukti dalam menjaga stabilitas harga serta memperkuat daya saing daerah. (pry)






