METRO PADANG

Gelombang Pasang Hantam Rumah Warga di Pantai Air Manis, Banjir Rob Rendam Puluhan Rumah di Gates, Muaro

0
×

Gelombang Pasang Hantam Rumah Warga di Pantai Air Manis, Banjir Rob Rendam Puluhan Rumah di Gates, Muaro

Sebarkan artikel ini
DIHANTAM GELOMBANG TINGGI— Sejumlah rumah warga di pesisir Pantai Air Manis Kota Padang, rusak akibat dihantam gelombang tinggi pada Kamis (6/11) malam. Kemarin, BPBD Padang sudah menyalurkan bantuan bantuan family kit untuk membantu kebutuhan dasar warga terdampak.

PADANG, METRO–Air pasang dan banjir rob terjadi di beberapa titik di Kota Padang, akibatnya sejumlah rumah warga terendam air. Gelombang tinggi mulai terasa sejak Kamis (6/11) pukul 17.45 WIB dan mencapai puncak pada malam hari.

Gelombang pasang juga menyebabkan sejumlah rumah warga di pinggir Pantai Air Manis, Kecamatan Padang Selatan rusak. Warga pun terpaksa mengungsi ke tempat saudara saat malam hari karena takut gelombang pasang dan abrasi pantai makin merusak rumah mereka, pada Kamis (6/11) malam.

Kepala Pelaksana (Ka­lak­sa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan bahwa abrasi terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di jalan Air Manis RT 001 RW 001. Fenomena ini sejalan dengan prediksi BMKG terkait puncak cuaca ekstrem pada November.

Ada delapan kepala keluarga (KK) terdampak akibat terjangan ombak yang mengikis garis pantai dan merusak sebagian bangunan rumah warga di kawasan tersebut.

Dari hasil pendataan sementara BPBB, tingkat kerusakan rumah warga diperkirakan mencapai 30 persen, dengan total kerugian material sekitar Rp50 juta. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, delapan rumah warga mengalami kerusakan akibat abrasi pantai,” ujar Hendri Zulviton.

Ia menyebutkan, delapan kepala keluarga terdampak masing-masing adalah Yul Asri (44), Jefrinaldi (35), Sofianto (55), Dedi Putra (44), Baharuddin Bu­yuang (83), Andriedi (50), Ali Amran (56), dan Aliyas (45).

Sebagai antisipasi, kemarin, tim Rescue PB BPBD Kota Padang langsung dikerahkan ke lokasi abrasi pantai. Tim BPBD menya­lurkan bantuan family kit untuk membantu kebutuhan dasar warga terdampak.

Selain BPBD, penanganan di lapangan juga melibatkan unsur Camat Pa­dang Selatan, Lurah Air Manis, Babinsa, Dubalang Kota Padang, serta ketua LPM, RW, RT, dan ma­sya­rakat setempat.

Menurut Hendri, feno­mena abrasi yang kerap terjadi di pesisir pantai di Kecamatan Padang Selatan merupakan peringatan serius terkait kondisi garis pantai yang semakin tergerus akibat gelombang laut tinggi dan minimnya vegetasi pelindung.

Ia juga menyebut feno­mena gelombang tinggi dan pasang naik ini memang puncaknya terjadi bulan ini, termasuk untuk wilayah perairan Sumbar dan Kota Padang. Kondisi ini termasuk kategori bencana hidrometeorologi.

“Kita tetap mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir agar tetap waspada, terutama pada malam hari saat pasang laut meningkat. BPBD akan terus memantau kondisi pantai dan siap melakukan langkah mitigasi untuk me­ngantisipasi dampak abrasi susulan,” ulas Hendri.

Selain itu, para nelayan disarankan untuk tidak melaut sementara waktu hingga kondisi gelombang tinggi mereda. Warga juga diimbau menjauhi lokasi berisiko tinggi seperti daerah rawan longsor, banjir, dan angin kencang.

Upaya mitigasi dan kesiapsiagaan ini dilakukan untuk meminimalkan dampak lanjutan mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih akan terjadi sepanjang bulan November.

Sementara itu, dari da­ta yang didapat POSME­TRO, banjir rob juga terjadi di jalan Cendrawasih, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara. Selanjutnya, air pasang juga memasuki rumah warga di Kelurahan Gates Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg), kawasan Muaro Padang.

Camat Lubeg Nofiandi Amir yang meninjau ke lokasi, kemarin mengatakan, banjir rob yang menggenangi rumah warga di Kelurahan Gates itu akibat pasang air laut. Kemudian, ditambah dengan cukup derasnya hujan yang me­ng­guyur Kota Padang pada Jumat dini hari.

Ia menjelaskan, akibat banjir rob ada puluhan rumah yang ada di 2 RW yang terendam. “Se­ka­rang, langkah antisipasi pihak kecamatan, kelurahan dan warga membuat tanggul sementara berupa puluhan karung pasir,” ungkap Nofiandi.

Ia menambahkan, kejadian banjir rob yang merendam rumah warga di Sungai Beremas ini sering terjadi. “Kasus ini sudah sering terjadi, dan saya akan mengusulkan ke Pem­ko Padang bahkan ke BNPB untuk bisa membuatkan grib penahan ombak agar banjir rob tidak lagi merendam rumah warga di Sungai Beremas ini,” ulas Nofiandi. (brm)