SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Konsultasi Publik Penyusunan Zonasi Cagar Budaya Nasional Kota Lama, Wujudkan Pelestarian Cagar Budaya dengan Pembangunan Kota Berkelanjutan

0
×

Konsultasi Publik Penyusunan Zonasi Cagar Budaya Nasional Kota Lama, Wujudkan Pelestarian Cagar Budaya dengan Pembangunan Kota Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
KONSULTASI PUBLIK—Sekretaris Daerah Rovanly Abdams menghadiri kegiatan Konsultasi Publik Penyusunan Zonasi Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional Kota Lama Tambang Batubara Sawahlunto.

SAWAHLUNTO, METRO–Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra yang diwa­kili Sekretaris Daerah Rovanly Abdams membuka kegiatan Konsultasi Publik Penyusunan Zonasi Kawasan Cagar Budaya Pe­ringkat Nasional Kota La­ma Tambang Batubara Sawahlunto, sekaligus pem­bahasan Rancangan Peraturan Menteri tentang Sistem Zonasi Cagar Budaya Nasional, bertempat di Hotel Khas Ombilin.

“Kegiatan ini menjadi tahapan strategis untuk memastikan penyusunan zonasi cagar budaya dilakukan secara menyeluruh sebagai dasar hukum dan acuan teknis pengendalian pemanfaatan ruang kawasan pusaka,” ungkap Rovanly Abdams.

Dalam arahannya, Wa­li Kota Sawahlunto Ri­yanda sebut Rovanly Abdams, menegaskan bahwa peta ruang pelindu­ngan dan pengelolaan kawasan merupakan instrumen penting dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian nilai sejarah dengan kebutuhan pembangunan kota yang te­rus berkembang.

“Konsultasi publik ini juga menjadi forum untuk menghimpun masukan dari masyarakat, pemilik bangunan, pelaku usaha, dan komunitas budaya, agar penyusunan zonasi benar-benar sesuai dengan kebutuhan, konteks, dan karakter khas Sawah­lunto.” tegas .

Selain itu kata Rovanly Abdams, pemerintah kota menilai sistem zonasi sebagai acuan operasional yang memastikan pemanfaatan ruang, pembangunan fisik, dan aktivitas ekonomi tetap sejalan dengan prinsip pelestarian warisan tambang batubara yang menjadi identitas kota.

“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Sawah­lunto menegaskan komitmennya untuk menjadikan hasil penyusunan zonasi sebagai pedoman lintas sektor dalam mewujudkan pelestarian cagar budaya nasional yang berjalan berdampingan dengan pembangunan kota yang berkelanjutan, inklusif, dan berkarakter,” beber Rovanly Abdams. (pin)