METRO SUMBAR

Gubernur Sumbar Ajak Perguruan Tinggi, Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Bangsa

0
×

Gubernur Sumbar Ajak Perguruan Tinggi, Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Bangsa

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA—Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, foto bersama saat menyambut kedatangan para anggota Forum Majelis Wali Amanat Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (MWA PTN-BH) se-Indonesia.

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyambut hangat kedatangan para anggota Forum Majelis Wali Ama­nat Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (MWA PTN-BH) se-Indonesia. Acara Temu Ramah dan Pengenalan Sumatera Barat itu digelar Kamis (6/11) malam di Auditorium Gubernuran dengan suasana yang penuh keakraban.

Mahyeldi menyampaikan rasa gembiranya atas kehadiran para peserta. Ia berharap momen ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka jalan bagi kerja sama yang kuat antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. “Terima kasih kepada Universitas Negeri Padang yang telah memprakarsai kegiatan ini. Semoga menjadi pintu pembuka kerja sama yang berkelanjutan,” ujar Mahyeldi.

Dalam sambutannya, Mahyeldi memperkenalkan Sumatera Barat sebagai provinsi yang tidak hanya indah secara alam, tetapi juga kaya nilai dan peradaban. Ia menjelaskan bahwa masyarakat Minangkabau memiliki sis­tem kekerabatan unik yang dikenal dengan matrilineal, di mana garis keturunan ditarik dari pihak ibu.

Tradisi ini, katanya, telah melahirkan semangat merantau dan haus akan ilmu pengetahuan. Dari budaya itulah muncul ba­nyak tokoh besar bangsa seperti Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, hingga Mohammad Natsir. “Budaya merantau inilah yang mem­bentuk karakter ma­syarakat Minangkabau man­diri, berilmu, dan berdaya juang tinggi,” tutur­nya.

Mahyeldi juga me­nyinggung falsafah hidup orang Minang, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), yang menjadi landasan moral masyarakat dalam menjalani kehidupan modern tanpa kehilangan jati diri. Nilai-nilai itu, ujarnya, harus terus dijaga agar menjadi pedoman di te­ngah perubahan zaman.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi memaparkan tiga pilar kolaborasi yang bisa dikerjasamakan de­ngan PTN-BH seluruh Indonesia. Pertama, penguatan ketahanan bencana dan lingkungan. Sebagai wila­yah yang berada di jalur Ring of Fire, Sumbar membutuhkan dukungan riset dan teknologi dari kampus untuk memperkuat sistem peringatan dini dan membangun infrastruktur tahan bencana.

Kedua, pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal. Mahyeldi menilai, filosofi ABS-SBK bisa menjadi dasar pengembangan ekonomi syariah dan *Halal Hub*. Ia berharap perguruan tinggi bisa ikut mendorong tumbuhnya UMKM unggulan, produk halal, serta pariwisata berbasis budaya dan riset.

Ketiga, reformasi bi­rokrasi dan tata kelola pemerintahan. Menurutnya, peningkatan kompetensi ASN membutuhkan dukungan dari dunia akademik melalui pelatihan dan pendidikan berkelanjutan.

“Kami sangat terbuka terhadap masukan dan kritik yang membangun. Kritik berbasis data adalah vitamin bagi birokrasi agar te­tap sehat dan responsif,” tegas Mahyeldi.

Ia berharap Forum MWA PTN-BH bisa menjadi wadah untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak kemajuan bangsa. “Mari kita didik ge­nerasi muda agar jadi pe­mimpin masa depan yang berilmu, berkarakter, dan siap membawa perubahan,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Z. Mawardi Effendi, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena para delegasi dari berbagai kampus sudah tiba dengan selamat di Padang, meski cuaca sempat kurang bersahabat. Ia juga me­nyebutkan dua delegasi dari Undip dan UNNES sempat tertahan di Jakarta, namun akhirnya bisa hadir dalam acara tersebut.

Prof. Mawardi menje­laskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian awal dari Rapat Kerja Forum MWA PTN-BH se-Indonesia yang berlangsung pada 6 hingga 8 November di Padang. Ia menuturkan, UNP mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah kegiatan tersebut se­telah mendapat penuga­san resmi dari Ketua Forum pada 14 Oktober lalu. “Awalnya kami sempat ragu, karena waktu persiapan hanya tiga minggu. Tapi karena ini permintaan langsung dari Prof. Muhammad Nasir, kami pun tak bisa menolak,” ujarnya sambil tersenyum.

Dalam kesempatan itu, Prof. Mawardi juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Mahyeldi. Menurutnya, kehadiran gubernur bukan hanya bentuk silaturahmi, tetapi juga simbol kedekatan Pemerintah Sumbar dengan dunia pendidikan tinggi.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Suma­tera Barat selalu terbuka dan menyambut baik ke­giatan akademik dari ber­bagai perguruan tinggi. “Selama lebih dari 50 tahun saya berkecimpung di dunia ini, saya melihat pemerintah daerah selalu dengan tangan terbuka menerima setiap delegasi yang datang,” ucapnya.

Prof. Mawardi menutup sambutannya dengan mak­na mendalam tentang rumah dinas Gubernur Sumbar.  “Gedung yang megah ini bukan sekadar rumah dinas, tapi ibarat kamar hati yang selalu terbuka. Di sinilah pemerintah menerima para pemimpin, pendidik, dan penggerak perubahan bangsa,” ujar­nya disambut tepuk tangan hangat para tamu. (fan)