METRO SUMBAR

Kalapas markotika Kelas III, Terima Kunjungan Kalapas Perempuan Padang

0
×

Kalapas markotika Kelas III, Terima Kunjungan Kalapas Perempuan Padang

Sebarkan artikel ini

SAWAHLUNTO, METRO–Kepala Lapas Narkotika Kelas III Kota Sawahlunto Ressy Setiawan menerima kunjungan persahabatan Kepala Lapas Perempuan Padang Susi Pohan, Kamis (6/11). Dijelaskan oleh Kalapas Perempuan Padang Susi Pohan, kunjungan persahabatan ini sebagai bentuk apresiasinya atas pembinaan yang dilakukan oleh Kalapas Narkotika Ressy Setiawan terhadap Napi binaannya.

“Sungguh luar biasa Lapas Narkotika ini bisa membina pengerajin “Batik Tangsi” dan sudah menghasilkan cukup banyak karya berupa baju batik, serta kerajinan batik lainnya. Kami membawa rombongan dari Lapas Perempuan Padang untuk mempelajari kerajinan batik, pengelolaan batik yang unik serta juga cara pemasarannya. Batik Tangsi sangat berkualitas dan harganya pun terjangkau,” ucapnya.

Susi Pohan berserta rombongan terlihat cukup senang dan membawa beberapa buah tangan kerajinan batik tangsi yang unik.

Kalapas Naekotika Ressy Setiawan menyebutkan pemberian nama Batik Tangsi sesuai dengan sejarah Kota Sawahlunto yang punya kampung bernama tangsi.

Sebenarnya Tangsi ini kan artinya sel penjara zaman penjajahan bagi para warga pribumi yang ditangkap kemudian diperkerjakan di tambang batubara oleh bangsa kolonial Belanda.

Disebabkan memiliki arti yang sama dengan sel penjara maka dinamakan Batik Tangsi, yaitu Batik yang diproduksi oleh warga binaan Lapas Narkotika Sawahlunto dengan motif tangsi beserta motif orang rantai.

Resy Setiawan mengungkapkan, bahwa warga binaan diberikan pelatihan dan sekarang sudah banyak memproduksi Batik Tangsi. Juga sebagai bentuk partisipasi Lapas Narkotika memkampanyekan Kota Sawahlunto sebagai Kota Wisata Tambang yang Berbudaya yang diakui UNESCO,” jelasnya.

Ditambahkan Kalapas Narkotika dari segi pemasaran pun tidak rumit. Pihaknya juga telah memasarkan di aplikasi Shoppe. Selain itu melalui Media Sosial dan mengikuti pameran pada rangkaian kegiatan HUT Kota Sawahlunto.

Diharapkan Kalapas Narkotika Ressy Setiawan kepada warga binaan setelah keluar dari sini memiliki keahlian untuk memperoleh penghasilan dan tidak kembali lagi menggunakan benda terlarang.

“Dari 518 warga binaan Lapas Narkotika Sawahlunto, setelah keluar menjadi pribadi yang lebih baik, memiliki skil dan bisa memenuhi kebutuhan keluarga, percaya diri lagi di masyarakat luas,” pungkasnya. (pin)