METRO PADANG

Drill Gempa Tsunami, BMKG Sebut Respon Pusdalops BPBD Padang Sangat Baik

0
×

Drill Gempa Tsunami, BMKG Sebut Respon Pusdalops BPBD Padang Sangat Baik

Sebarkan artikel ini
INFORMASI GEMPA— Ruang Pusdalops BPBD Padang di Balai Kota Padang berada di lantai dua menjadi salah satu pusat informasi gempa dan lainnya saat kegiatan Padang Drill Tsunami.

PADANG, METRO–Pusdalops BPBD Padang bergerak cepat begitu mendapat informasi gempa pada pukul 10.00 WIB, Rabu (5/11). Berbekal informasi dari BMKG, Pusdalops kemudian membunyikan sirene tanda gempa saat pelaksanaan latihan ke­siap­s­iagaan gempa dan tsunami di daerah itu.

Selain membunyikan sirene tanda gempa, Pusdalops juga membunyikan sirene tanda tsunami—empat menit setelah sirene gempa dibunyikan. Warga kemudian menyelamatkan diri ke tempat ketinggian.

Respon cepat Pusdalops BPBD Padang dalam menerima dan menyalurkan informasi kepada ma­sya­rakat cukup mendapat perhatian BMKG. Staf Bi­dang Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG, Fajar Tri Haryanto yang hadir langsung di ruang Pusdalops BPBD Padang di Balai Kota, Aie Pacah, mengacungi jempol kinerja Pusdalops BPBD.

“Respon Pusdalops BPBD sangat baik, mereka respon setiap peringatan dini I hingga IV, semua sesuai SOP, secara keseluruhan berjalan lan­car,­”ung­kap Fajar saat diwawancarai Diskominfo Padang.

Ketika simulasi itu, BMKG berhasil merilis Peringatan Dini Tsunami (PDT) pertama secara tepat waktu. PDT pertama dikirimkan ke Pusdalops tiga menit setelah gempa terjadi. Kemudian PDT kedua dikirim BMKG di bawah sepuluh menit sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Kemudian PDT ketiga juga sesuai SOP, karena PDT ketiga tergantung de­ngan waktu kedatangan observasi tsunami, sehingga bisa dikirimkan berkali-kali sesuai data observsasi yang sudah terkumpul, dalam kegiatan ini PDT ketiga dikirimkan hingga empat kali, mulai dari PDT 3.1 hingga PDT 3.4.” ungkapnya.

Sementara PDT keempat menginformasikan bah­wa peringatan dini tsunami telah diakhiri, umumnya dua jam setelah PDT sebelumnya dikirimkan atau atas keputusan pimpinan. Peringatan dini tsunami berakhir pada pukul 11.00 WIB atau 15.00 waktu simulasi.

“Semua sesuai SOP,” jelas Fajar.

Sementara, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Padang, Al Bana, menjelaskan bahwa ketika mendapat laporan dari BMKG, pihaknya langsung membunyikan sirene. Semua sesuai SOP yang telah ditetapkan.

“Semua kita lakukan sesuai SOP, ke depan tentunya kita lakukan evaluasi, BPBD akan terus menjadi garda terdepan saat bencana,” kata Al Bana.

Ruang Pusdalops BPBD Padang di Balai Kota Pa­dang berada di lantai dua. Saat simulasi gempa dan tsunami dilakukan, dua regu disiapkan. Selain itu juga hadir unsur kebencanaan lainnya, seperti PMI, Tagana, Diskominfo, dan lainnya.

Sebelumnya, Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan bahwa kegiatan latihan (drill) itu berjalan dengan lancar. Warga memahami apa yang dilakukan ketika gempa dan tsunami terjadi.

“Dua bulan kita persiapkan kegiatan ini, alhamdulillah semua berjalan lancar,” ungkap Fadly Amran.

Kondisi Kota Padang pada Rabu pukul 10.00 WIB itu memang kondusif. Ketika sirene tanda gempa dibunyikan pada pukul 10.00 WIB, warga terutama di zona merah tsunami berlari ke titik kumpul.

Empat menit setelahnya, terdengar sirene tsunami. Warga berjalan cepat menuju Tempat Evakuasi Sementara (TES), seperti di shelter maupun gedung bertingkat. “Warga sudah memahami apa yang dilakukan ketika terjadi bencana,” ungkap Fadly.

Simulasi gempa dan tsunami berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Warga kemudian kembali beraktifitas seperti biasa. (rel)