PADANG, METRO–Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Lubuk Begalung menangkap empat pria yang tega menganiaya seorang guru honorer di SMKN 7 Padang hingga membuat korban dirawat di rumah sakit. Diduga, motif penganiayaan itu dipicu sakit hati kepada korban.
Keempat pelaku yang telah ditangkap yakni Z (43), IR (31), GP (18), dan AP (30). Mereka seluruhnya merupakan warga Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. Saat ini, keempatnya telah diamankan oleh Tim Phyton Unit Reskrim Polsek Lubuk Begalung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kapolsek Lubuk Begalung Kompol Robby Septiadi Purba mengatakan penangkapan terhadap empat pelaku tersebut. Dijelaskannya, korban merupakan seorang guru honorer di SMK Negeri 7 Padang yang beralamat di Kelurahan Piai Tanah Sirah, Kecamatan Lubuk Begalung.
“Kita mengamankan empat orang pelaku penganiayaan terhadap seorang guru honorer SMKn 7 Padang. Penangkapan itu kita lakukan setelah keluarga korban melapor ke Polsek,” kata Kompol Robby Septiadi kepada media ini, Rabu (5/11).
Menurut Kompol Robby, menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Phyton Polsek Lubuk Begalung segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.
“Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, kita mengantongi identitas keempat pelaku. Penangkapan pertama dilakukan terhadap AP (30), yang kemudian mengaku terlibat dalam penganiayaan bersama tiga rekannya,” jelas Kompol Robby.
Kompol Robby menambahkan, berdasarkan keterangan AP, tim kemudian bergerak cepat dan berhasil mengamankan tiga pelaku lainnya, termasuk GP (18).
“Dari hasil interogasi, diketahui bahwa penganiayaan itu dilakukan karena para pelaku sakit hati kepada korban. Sebelumnya, korban diduga telah memukul adik salah satu pelaku yang berinisial GP,” ungkap Kompol Robby.
Ditegaskan Kompol Robby, keempat tersangka bersama barang bukti kini telah dibawa ke Polsek Lubuk Begalung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 351 jo 170 KUHP dan saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Kompol Robby. (brm)






