METRO PADANG

Gotong Royong di Puncak Labuang, Peladang dan PT Semen Padang Ubah Jalan Tanah Jadi Beton

0
×

Gotong Royong di Puncak Labuang, Peladang dan PT Semen Padang Ubah Jalan Tanah Jadi Beton

Sebarkan artikel ini
BETONISASI JALAN— Warga di kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Puncak Labuang, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, melakukan gotong royong untuk melakukan betonisasi jalan, sebagai satu satunya akses menuju lahan garapan warga.

LIMAU MANIS, METRO–Matahari baru saja mencapai titik tertingginya di langit Kota Pa­dang, pada Minggu (2/11) siang. Di kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Puncak Labuang, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, panas terasa membakar kulit. Namun di balik teriknya siang, semangat puluhan peladang justru ber­ko­bar. Mereka bahu-membahu menuang adukan semen ke jalan tanah yang kini perlahan berubah men­jadi jalur beton yang kokoh.

Dengan cangkul, sekop, dan ember di tangan, me­reka bergotong royong mengecor jalan sepanjang lereng bukit yang membelah kawasan hutan rak­yat itu. Suara adukan semen yang diaduk molen bercampur dengan tawa warga. Di tengah peluh dan debu, gotong royong terasa hidup. Setiap ember semen yang dituang menjadi simbol kebersamaan dan tekad memperbaiki akses kehidupan

“Capek iya, tapi se­nang,” ujar Syaiful, salah satu peladang yang sejak pagi sudah berada di lokasi. Keringatnya menetes, namun wajahnya berseri-seri. Ia tahu, di balik kerasnya kerja hari itu, ada sesuatu yang lebih besar yang sedang mereka bangun untuk anak dan cucu mereka kelak “Ini bukan sekadar membangun jalan. Ini tentang memperbaiki hidup kami, tentang anak-anak kami nanti. Kalau aksesnya bagus, hasil panen bisa lebih cepat keluar, harga jual pun bisa naik,” tambahnya.

Sebelum dibeton, kondisi jalan ini jauh dari layak dan hanya bisa diakses oleh sepeda motor. Bahkan, hampir tidak ada peladang yang tidak pernah terjatuh saat membawa hasil pa­nen. “Jalannya tanah, licin, dan tanjakannya curam. Kalau hujan,  jalan tanah itu berubah menjadi kubangan lumpur. Sekarang pelan-pelan kami bangun sen­diri, dan pembangunan jalan ini juga berkat dukungan dari PT Semen Pa­dang,” katanya.

Jalan yang dibetonisasi itu tampak sederhana, namun fungsinya amat vital. Bagi peladang di Puncak Labuang, jalan tersebut adalah satu-satunya akses menuju lahan garapan me­reka yang mayoritas ditanami manggis, durian, dan kopi. Namun, mang­gis adalah sebuah ke­banggaan sekaligus men­jadi tantangan ter­sen­diri bagi para peladang. Karena, membawa buah eksotis itu menuruni jalan licin bukanlah perkara mu­dah.

“Kalau tidak hati-hati, manggis bisa jatuh dan kelopak bunganya bisa rusak. Kelopak bunga di tampuk mangis itu yang menentukan kualitas super. Sedikit saja rusak, harganya langsung turun. Padahal untuk mendapatkan manggis kua­­litas super itu susah,” jelas Lamsuir Rajo Api, peladang Puncak Labuang lainnya yang turut terlibat da­lam gotong royong pem­bangu­nan jalan beton ter­sebut.

Manggis dengan kualitas super, kata Lamsuir, harganya sangat mahal. Bahkan mencapai Rp80 ribu/kg. “Bayangkan kalau sedikit saja kelopak bunganya rusak, kualitas manggis langsung turun. Turun harganya gak tanggung-tanggung, bisa menjadi Rp4000/kg. Makanya, perbaikan jalan ini sangat penting bagi kami, supaya tidak ada lagi peladang yang jatuh saat bawa ma­ng­gis,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua HKm Puncak Labuang, Af­di­­yasid, mengatakan bah­wa gotong royong pem­­bangunan jalan beton ini telah dimulai sejak 2023, dan gotong royong ini dilakukan setiap akhir pekan. Untuk panjang jalan yang akan dibeton sepanjang 1,5 km. Namun, dari total panjang jalan yang direncanakan, sekitar 750 meter kini telah selesai dibeton dengan lebar antara 2,5 hingga 3 meter dan ketebalan 12 hingga 14 sentimeter.

“Seluruh proses pe­nger­jaan dilakukan secara swadaya. Ini murni hasil gotong royong masyarakat atau peladang. Namun perjuangan kami ini tidak berjalan sendiri. Dukungan juga datang dari PT Semen Padang yang memberikan bantuan 2.600 zak semen. Untuk itu, kami dari para peladang sangat berterima kasih kepada PT Semen Padang atas kepeduliannya kepada kami ma­sya­rakat peladang,” kata Afdiya­sid.

Kepedulian yang Menyentuh Akar Rumput

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino menatakan bahwa bantuan 2600 zak semen yang disalurkan untuk betonisasasi jalan di HKm Puncak Labuang itu merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, sekaligus bentuk kepedulian perusahaan untuk menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat. Apalagi, dampak bantuan yang disalurkan ini dapat meningkatkan kesejahteraan para peladang.

“Bagi kami, bukan soal berapa banyak semen yang diberikan, tapi bagai­mana dampaknya terha­dap kehidupan para peladang. Ketika akses jalan sudah bagus, ekonomi ber­gerak, dan peladang bisa lebih sejahtera, di situlah nilai sebenarnya dari bantuan ini. Dan, kami pun percaya bahwa pembangunan tidak selalu soal infrastruktur besar. Terkadang, mem­bantu membuka akses jalan seperti ini jauh lebih berarti bagi ma­sya­rakat,” katanya.

Bantuan ribuan zak semen ini, sebut Win, juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya pembangunan eko­nomi berbasis masyarakat. Ke­mudian bagi peladang HKm Puncak Labuang, betonisasi jalan bukan hanya soal kemudahan transportasi, tetapi juga peluang ekonomi. Karena, ketika hasil ladang lebih mudah diangkut, roda ekonomi lokal akan berputar lebih cepat.

“Mungkin bagi orang luar, jalan yang dibeton ini hanyalah jalur kecil di tengah hutan. Tapi bagi para peladang Puncak Labuang, jalan itu adalah simbol harapan—harapan yang tumbuh dari tanah sendiri, dibangun dengan tangan sendiri, dan dipupuk oleh semangat gotong royong yang tak pernah padam,” pungkas Win. (ren/rel)