BERITA UTAMA

Pemko Padang Gelar Drill Gempa dan Tsunami, Warga Diharapkan Siap dan Tak Panik Saat Bencana

0
×

Pemko Padang Gelar Drill Gempa dan Tsunami, Warga Diharapkan Siap dan Tak Panik Saat Bencana

Sebarkan artikel ini
FOTO bersama Wawako Maigus Nasir bersama para siswa, dan guru SMPN 25 Padang usai mengikuti kegiatan drill gempa dan tsunami.

DALAM menghadapi ke­mungkinan bencana alam besar yang akan terja­di, Pemerintah Kota (Pem­­ko) Padang menggelar kegiatan Drill gempa dan tsunami, yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam menghadapi bencana yang terjadi.

Sehingga seandainya dalam kondisi sebenarnya jika terjadi bencana, ma­sya­rakat diharapkan tidak panik dalam menyelamatkan diri hingga ke tempat yang lebih aman.

Da­lam simulasi di SMPN 25 Padang, yang dipimpin Wakil Wali Kota Maigus Nasir, begitu sirine peringatan dini gempa dibunyikan, para siswa, guru, dan masyarakat sekitar langsung berkumpul di halaman sekolah.

Kemudian satu ko­man­do menuju ke lantai empat gedung sekolah tersebut yang juga difungsikan sebagai shelter jika terjadi bencana.

“Hari ini kita melaksanakan Drill gempa dan tsunami dalam rangka mengantisipasi kemungkinan terjadi bencana untuk Kota Padang khususnya yang di prediksi akan ada gempa dengan skala richter yang cukup tinggi,” kata Wawako Maigus Nasir, Rabu, (5/11).

Maigus Nasir menje­las­­kan, prediksi gempa yang akan terjadi tersebut di­perkirakan melebihi gempa pada tahun 2009 yang meluluhlantakkan Padang.

“Secara keilmuan, ten­tu ada langkah-langkah yang harus dilakukan, untuk itu apabila terjadi gem­pa yang berpotensi tsu­nami maka ma­sya­ra­kat telah kita berikan penguatan, seperti yang kita lakukan hari ini. Mulai dari berbunyi sirine tanda terjadi gempa, dan dilatih hal apa yang perlu dilakukan pada satu menit pertama,” ulasnya.

Jika saat terjadinya gempa dan sedang berada di lantai dasar, segera keluar dari ruangan di­tem­pat yang aman, setelah gempa reda maka segera mencari tempat untuk perlindungan dari ancaman tsunami.

“Ada waktu lebih ku­rang 30 menit pasca gempa. Untuk itu kita melatih masyarakat begitu ada gempa tidak panik, dan tidak mencari kendaraan. Karena jika menyelamatkan diri dengan kenda­raan dan terjebak macet ini adalah resiko yang paling besar,” katanya.

Menurut data, ada 55 kelurahan di Kota Padang dengan resiko terdampak tsunami, yang tersebar di delapan kecamatan.

Di Kecamatan Bungus Teluk kabung terdapat enam kelurahan yang terdampak, Kecamatan Koto Tangah terdapat 10 kelurahan terdampak, Kecamatan Lubuk Begalung satu kelurahan, Kecamatan Nanggalo terdapat enam kelurahan, dan Pa­dang Barat terdapat 10 kelurahan terdampak.

Selain itu, Kecamatan Padang Selatan terdapat 11 kelurahan yang akan terdampak, Kecamatan Padang Timur terdapat tiga kelurahan, serta Pa­ dang Utara terdapat tujuh kelurahan yang akan terdampak tsunami jika terjadi gempa yang dahsyat.

Adapun wilayah yang termasuk ke dalam zona hijau aman dari tsunami yaitu: di Kecamatan Koto Tangah di Lubuk Minturun hingga Aie Pa­cah, di Kecamatan Ku­ranji yakni di Sungai Sa­pih hingga Ampang, di Ke­camatan Lubeg di se­pan­jang jalan Bypass Lu­beg, Kecamatan Padang Timur di Sawahan hingga Simpang Haru, dan di Kecamatan Padang Utara safe zone terdapat di Gunung Pangilun. (***)