AGAM, METRO–Sebanyak 39 kepala sekolah dan guru di Kabupaten Agam resmi menerima ijazah strata dua (S2) dari Universitas Negeri Padang (UNP). Penyerahan ijazah dilakukan secara simbolis di Aula Bappeda Agam, Selasa (4/11), oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. Mhd. Lutfi, bersama Direktur Sekolah Pascasarjana UNP, Prof. Indang Dewata.
Para penerima ijazah merupakan lulusan Program Magister Teknologi Pendidikan, hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Agam dan UNP. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Pemkab Agam dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pendidikan.
Sekda Agam, Dr. Mhd. Lutfi, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para pendidik menyelesaikan studi pascasarjana mereka. Ia menilai capaian tersebut menjadi kabar baik bagi kemajuan dunia pendidikan di Agam.
“Kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas SDM-nya. Dengan meningkatnya kompetensi tenaga pendidik, kita berharap mutu pendidikan di Kabupaten Agam semakin baik,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
“Jangan berhenti belajar. Dunia pendidikan terus berubah, dan kita harus siap menghadapi tantangan zaman. Tujuannya satu, agar kita dapat melahirkan generasi yang berkualitas, berdaya saing, dan siap menjadi bagian dari Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Selain itu, Sekda Mhd. Lutfi juga mengucapkan terima kasih kepada pihak UNP yang telah memberikan dukungan dan kemudahan selama proses perkuliahan, termasuk penyediaan fasilitas belajar serta pembukaan kelas khusus bagi peserta dari Kabupaten Agam.
Sementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana UNP, Prof. Indang Dewata, menjelaskan bahwa penyerahan ijazah ini sekaligus menjadi bentuk pengembalian mahasiswa hasil kerja sama antara UNP dan Pemkab Agam.
“Menyikapi perkembangan teknologi yang begitu pesat, peningkatan kualitas guru menjadi kebutuhan utama agar selaras dengan tuntutan zaman,” jelasnya.
Ia menilai peningkatan kompetensi pendidik tidak dapat tercapai tanpa peningkatan jenjang pendidikan.
“Langkah Pemkab Agam ini sangat tepat dan patut diapresiasi. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut agar semakin banyak guru dan kepala sekolah yang berkompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” tuturnya.
Program kerja sama ini menjadi bukti nyata bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada sarana dan prasarana, tetapi juga pada investasi jangka panjang dalam peningkatan kapasitas tenaga pendidik. (pry)






