METRO PADANG

Tragedi Kebakaran di Padang, Ibu dan Anak Terpanggang, Ditemukan Berpelukan dalam Kamar

0
×

Tragedi Kebakaran di Padang, Ibu dan Anak Terpanggang, Ditemukan Berpelukan dalam Kamar

Sebarkan artikel ini
KEBAKARAN— Petugas Damkar memadamkan api yang membakar tiga bangunan di Jalan Banjir Kanal, kawasan Parak Kopi, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara. Musibah itu menwaskan ibu dan anak.

PADANG, METRO–Nasib tragis dialami ibu dan anak yang sedang berada dalam bengkel tambal ban sekaligus tempat usaha setrika pakaian di Jalan Banjir Kanal, kawasan Parak Kopi, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara. Mereka terjebak dalam keba­karan hebat pada Selasa sore (4/11).

Kebakaran itu menghanguskan tiga petak bangunan itu, meng­akibatkan ibu dan anak bernama Inen Irawati (40) dan Ravi (20) tewas dengan kondisi menggenaskan. Tubuhnya hangus terpanggang. Jenazah kedua korban ditemukan dalam keadaan berpelukan meng­ha­dapi maut di kamarnya yang kini telah rata dengan tanah.

Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Padang, Rinaldi, menjelaskan insiden tersebut berawal saat laporan kebakaran sebuah rumah masuk ke pihaknya pada pukul 15.40 WIB dan pihaknya langsung mengerahkan armada berikut dengan puluhan personel ke lokasi.

“Menurut keterangan saksi mata, Afrimen (47), yang juga menjabat sebagai Lurah Alai Parak Kopi, api dan asap tebal tiba-tiba terlihat membumbung tinggi dari salah satu bangunan,” kata Rinaldi kepada wartawan.

Meskipun dihadapkan dengan akses jalan yang sempit, keramaian warga, dan kemacetan lalu lintas, kata Rinaldi tim Damkar berhasil tiba di lokasi kejadian (TKP) pada pukul 15.52 WIB. Sebanyak 5 unit mobil pemadam kebakaran dan 65 personel dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah.

“Setelah berjuang ku­rang lebih satu jam, api berhasil dipadamkan se­penuh­nya pada pukul 16.45 WIB. Terkait penyebab kebakaran, kita serahkan kepada pihak Kepolisian untuk me­nye­lidikinya karena itu kewe­nangan mereka,” ucapnya.

Rinaldi mengatakan, tiga petak bangunan yang terbakar habis terdiri dari tempat usaha tambal ban, jasa setrika pakaian milik korban, warung asinan dan sambal milik Oki, serta tempat jahit baju milik Hermansyah.

“Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 14×5 meter persegi, dengan total tiga Kepala Keluarga (KK) atau sembilan jiwa terdampak dan kini harus mengungsi,” katanya.

Rinaldi menyebutkan, dua korban tersebut yakni Inen Irawati, pemilik usaha tambal ban dan setrika dan Ravi (20) anak dari Inen Irawati. Keduanya ditemukan setelah dilakukan pemadaman terhadap bangunan yang terbakar.

“Keduanya ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian. Kedua korban tubuhnya hangus terbakar. Selain itu, tiga unit sepeda motor juga ludes terbakar. Kerugian materiil total ditaksir mencapai Rp 600 juta,” pungkasnya (brm)