PAYAKUMBUH/50 KOTA

Akses dan FasilitasTMP Situjuah Batua Memprihatinkan

0
×

Akses dan FasilitasTMP Situjuah Batua Memprihatinkan

Sebarkan artikel ini
BUTUH PERHATIAN—Terlihat akses jalan dan fasilitas TMP Situjuah Batua memprihatinkan butuh perbaikan segera dari pihak terkait.

SITUJUAH, METRO–Kawasan bersejarah Peristiwa Situjuah Batua di Nagarfi Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, menghadapi persoalan serius. Kondisi jalan menuju TMP serta fasilitas penunjang di kawasan tersebut dikeluhkan pengunjung karena dinilai minim informasi dan berisiko membahayakan keselamatan.

Kondisi ini mencoreng citra lokasi yang menjadi saksi perjuangan dan tempat gugurnya para pahlawan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan, di antaranya Khatib Sulaiman, Arisun Sutan Alamsyah, dan Kapten Tantawi pada 15 Januari 1949.

Salah seorang pengunjung, Khaila Ramadhani, siswi SMA Negeri 5 Payakumbuh yang datang untuk tugas sekolah, menyampaikan ke­kecewaannya.

“Iya, jalannya susah, turunan dan ada jalan rusak berlubang. Selain itu, sangat minim informasi terkait Ta­man Makam Pahlawan Situjuah Batua­ ini, kurang informasi atau penjelasan,” akunya.

Dari pantauan di lokasi, kondisi jalan menuju makam memang rusak di banyak titik. Tiang pembatas juga banyak yang patah atau hilang, meni­mbulkan risiko bahaya bagi pengunjung.

Khaila berharap pemerintah mem­perbaiki jalan dan menambah papan informasi agar pengunjung dapat lebih memahami sejarah di balik Peristiwa Situjuah dan para pahlawan yang dimakamkan di sana. Keluhan serupa juga datang dari warga serta aparat pemerintahan nagari. Mereka menilai TMP Situjuah Batua sebagai aset sejarah bangsa yang perlu menjadi prioritas dalam upaya pelestarian.

Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, yang juga putra Nagari Situjuah Batua, menyebutkan bahwa pemugaran atau rehabilitasi terakhir TMP dilakukan pada 1998 atas inisiatif Pangdam I/Bukit Barisan saat itu, Mayor Jende­ral TNI Ismed Yuzairi.

Politikus Partai Golkar tersebut menyoroti minimnya alokasi dana dari Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota untuk perawatan kawasan bersejarah itu.

“Saat ini anggaran yang dialokasikan hanya mencapai Rp30 juta per tahun. Anggaran itu hanya untuk kegi­atan seremonial atau upacara peringatan Peristiwa Situjuah setiap tanggal 15 Januari. Sedangkan anggaran perawatan, apalagi untuk rehabilitasi jalan masuk, belum tersedia,” jelasnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupa­ten Limapuluh Kota dapat meningkatkan alokasi anggaran untuk merehabilitasi makam pahlawan di Lurah Lincia tersebut.

Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Nagari Situjuah Batua menyatakan telah berupaya menjemput anggaran perbaikan dari tingkat provinsi.

Penjabat Walinagari Situjuah Batua­, Emil Novri Irsyad, menyebutkan bahwa kerusakan jalan sudah berlangsung sekitar dua tahun terakhir.

“Kami telah menemui Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi Ansharullah. Alhamdulillah, beliau berjanji akan memperbaiki jalan ke Makam Pahlawan pada tahun 2026 nanti,” ungkap Emil.

Namun, pihak nagari berharap tidak hanya perbaikan jalan yang dilakukan, tetapi juga pemugaran makam pahlawan. “Kawasan ini bukan hanya tempat bersejarah, tetapi juga simbol perjuangan. Sudah sepatutnya dijaga dan dirawat agar menjadi bukti nyata bagi generasi penerus bangsa,” tambahnya.

Masyarakat berharap pemerintah segera memberikan perhatian khusus terhadap kawasan bersejarah tersebut.

Ke depan, Taman Makam Pah­lawan Situjuah Batua diharapkan dapat ditata lebih baik dengan akses jalan yang layak serta fasilitas pendukung yang memadai, sehingga menjadi destinasi edukatif dan lokasi napak tilas perjuangan bangsa Indonesia yang mem­banggakan.(uus/rel)