BERITA UTAMA

Almuzzammil Ingatkan Seluruh Pejabat Publik dari PKS Harus Bersih, Terus Dukung Program Presiden

0
×

Almuzzammil Ingatkan Seluruh Pejabat Publik dari PKS Harus Bersih, Terus Dukung Program Presiden

Sebarkan artikel ini
Presiden PKS Almuzzammil Yusuf

JAKARTA, METRO–Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf mengingatkan seluruh pejabat publik yang berasal dari PKS untuk menjaga nilai-nilai kebaikan. Muzzammil me­minta jajarannya berkontribusi menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto untuk kesejahteraan rakyat.

Pesan tersebut disampaikan secara tegas oleh Muzzammil di hadapan seluruh Anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten, DPRD Kota, serta kepala daerah dari PKS dalam acara Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) PKS 2025 di Hotel Sultan, Jakarta Pusat (Jakpus) pada Minggu (2/11).

“Pejabat publik PKS ha­rus bersih, peduli, profesional, dan negarawan. Nilai-nilai itu bukan hiasan, tapi harus tampak dalam perilaku dan keputusan setiap hari,” kata dia dikutip da­ri keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media pada Senin (3/11).

Muzzammil menyampaikan bahwa pejabat publik dari PKS harus bersih berarti wajib taat pada hukum, etika, dan moral da­lam setiap tindakan. Dia ingin para pejabat tersebut selalu menjaga integritas dengan memastikan prinsip zero case terlaksana dengan baik.

“Kami ingin seluruh pejabat publik PKS menjaga integritas dengan prinsip zero case, tanpa pelanggaran hukum maupun etika,” imbuhnya.

Sementara itu, pejabat publik PKS yang peduli bisa diwujudkan lewat ke­­pe­du­lian terhadap per­soa­lan rakyat dan upaya se­rius mencari solusi atas­­nya, profesional di­tandai dengan kesiapan dan kompetensi seluruh pejabat publik dalam me­nye­le­saikan persoalan secara efektif, kemudian negarawan berarti mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan elektoral.

“Kami ingin menghadirkan politik pelayanan, bukan politik kekuasaan. Politik yang berorientasi pada kemaslahatan rakyat dan masa depan bangsa,” kata dia.

Dalam memberikan du­kungan kepada pemerintah di bawah Presiden Prabowo, Muzzammil me­nyatakan bahwa PKS harus mengawal dan membantu pemerintah agar tidak terjebak dalam proyek-pro­yek ambisius berbiaya besar yang berisiko tinggi terhadap stabilitas fiskal.

“Skala prioritas pembangunan harus berorientasi pada kebutuhan rakyat banyak dan penguatan fundamental ekonomi nasional,” kata dia.

Beberapa proyek yang dijadikan sebagai contoh adalah Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) dan pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Ban­dung (KCJB). Menurut dia, sejak awal PKS sudah menolak pengesahan UU IKN yang dinilai bermasalah secara formil dan materiil. (jpg)