AIE PACAH, METRO–Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir memimpin rapat koordinasi persiapan pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih Kota Padang, di Ruang Abu Bakar Ja’ar, Balai Kota Padang, Aia Pacah, Senin (3/11).
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Dandim 0312/Padang Kol. Inf. Ferry Adianto, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumbar Endrizal, kepala OPD terkait, serta seluruh camat se-Kota Padang. Rapat tersebut merupakan tindak lanjut program prioritas nasional di bidang penguatan koperasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Maigus Nasir menyampaikan bahwa pemerintah pusat melalui Menteri Koperasi sedang mendorong percepatan program koperasi, sebagai bagian dari agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto. Kota Padang menjadi salah satu daerah yang ditargetkan segera memulai implementasi program ini.
“Hari ini kita melaksanakan rapat evaluasi terkait persiapan pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kota Padang. Pemerintah pusat melalui PT Agrinas akan memulai pembangunan fasilitas koperasi setelah lahan disiapkan pemerintah daerah,” ucap Maigus.
Maigus Nasir menyebut, setelah resmi terbentuk di semua kelurahan se-Kota Padang, Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) diminta langsung mengebut penyediaan lahan untuk pembangunan gerai sebagai pusat usaha masing-masing KKMP. Hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 Tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Dalam Inpres tersebut dijelaskan bahwa lahan yang harus disediakan adalah seluas 1.000 meter. Maigus mengakui tantangan ketersediaan lahan di Kota Padang. Untuk itu, langkah awal yang dilakukan adalah membentuk tim atau satuan tugas (satgas) guna melakukan verifikasi lapangan.
“Kita akan bentuk tim untuk turun langsung mengecek kelayakan lokasi. Satgas ini melibatkan Dinas Koperasi Provinsi, Dinas Koperasi Kota, Dinas Pertanahan, Dinas PU, kecamatan dan kelurahan,” tambahnya.
Selain memanfaatkan aset pemerintah kota, Maigus Nasir menyebut bahwa program ini terbuka untuk penggunaan lahan milik pemerintah provinsi, serta TNI dan Polri. Kolaborasi lintas instansi diharapkan mempercepat realisasi koperasi tersebut.
“Ini spirit baru bagi kita. Tidak hanya aset kota, tetapi bisa juga lahan provinsi, TNI, maupun Polri. Semoga di Kota Padang dapat segera terealisasi,” katanya.
Tidak hanya ketersediaan lahan, hal yang tidak kalah penting menurut Maigus Nasir adalah lokasi dari lahan tersebut.
“Karena usahanya nanti adalah swalayan modern. Gerai KKMP harus jadi tempat pemasaran dari produk-produk UMKM, , maka tempatnya juga harus strategis,” terang Maigus Nasir.
Keberadaan KKMP da_lam pengembangan UMKM, kata dia, harus sejalan dengan Program Unggul (Progul) Pemko Padang, yaitu UMKM Naik Kelas.
“Ini kerja teamwork semua OPD. Bagaiman koperasi ini sejalan dengan Progul UMKM Naik Kelas, sehingga perekonomian masyarakat menjadi makin hidup dan terus bergerak ke arah lebih baik,” kata dia.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, Fauzan Ibnovi menerangkan bahwa pihaknya akan menunjuk satu KKMP percontohan di setiap kecamatan.
“Usaha-usaha dasar adalah penyalur sembako subsidi dan KKMP ini didorong jadi ritel modern di masing-masing kelurahan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Provinsi Sumatera Barat, Endrizal yang ikut hadir dalam pertemuan itu menjelaskan bahwa unit usaha KKMP nanti diharapkan dapat menggali potensi masing-masing kelurahan. (brm)






