PESSEL, METRO–Seorang siswi SMP Negeri 1 Painan yang sedang mengikuti kegiatan hiking sekolahnya, tenggelam di aliran sungai kawasan Lubuk Begalung, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, pada Sabtu (1/11) sekitar pulul 12.30 WIB.
Korban yang diketahui bernama Nazla Agustian (14) tenggelam saat mandi-mandi bersama tiga temannya. Insiden nahas itu sontak membuat kepanikan. Teman-teman korban langsung berteriak meminta bantuan kepada warga setempat.
Warga pun beramai-ramai melakukan pencarian terhadap korban dengan menyelam tanpa menggunakan peralatan. Setelah satu jam pencarian, korban berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi ke Puskesmas.
Sayangnya, petugas medis yang sudah berupaya memberikan pertolongan, menyatakan korban Nazla sudah meninggal dunia. Isak tangis keluarga dan teman-teman korban pun pecah di Puskesmas. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah duka lalu dikebumikan.
Kepala Pelaksana (Plt) BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, Mulyandri mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, rombongan siswa SMP 1 Painan tengah mengikuti kegiatan hiking dari Batu Hampar, Tarusan, menuju Lubuk Begalung, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pessel.
“Setelah sampai di garis finish, korban bersama teman-temannya beristirahat makan siang. Beberapa menit kemudian, korban bersama tiga temannya pergi mandi-mandi di sungai yang berada dekat dengan lokasi finish,” kata Mulyandri.
Mulyandri menambahkan, saat mandi-mandi itulah, korban tiba-tiba terseret arus dan tenggelam Sedangkan tiga temannya selamat dari insiden itu dan langsung meminta pertolongan kepada warga setempat.
“Pencarian dilakukan oleh warga setempat. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia tak lama setelah pencarian dilakukan. Warga kemudian mengevakuasi korban dari sungai dan membawanya ke Puskesmas menggunakan mobil ambulans,” jelas Mulyandri.
Setelah korban dipastikan meninggal dunia oleh tim medis di Puskesmas, kata Mulyanri, kenazah korban dibawa ke rumah duka yang berada di Sago Salido.
“Kami mengimbau agar setiap kegiatan yang beresiko seperti ini, harus ada pendampingan oleh orang yang terlatih memberikan peyelamatan maupun pertolongan serta harus dan pengawasan yang ketat,” tutup dia.(*)






