METRO PADANG

Hari Ini PSU Digelar, Andre Optimis Suaranya Bertambah

0
×

Hari Ini PSU Digelar, Andre Optimis Suaranya Bertambah

Sebarkan artikel ini

ADINEGORO, METRO – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Gerindra Andre Rosiade berterima kasih kepada warga Sumbar yang telah memberikan suaranya pada Pemilu 17 April 2019 lalu. Sampai rekapitulasi internal kemarin, suara Andre telah jauh melampaui 100 ribu. Bahkan, tim AR Center yakin bisa tembus 130-an ribu.
”Alhamdulillah, begitu masif suara warga di Sumbar 1 yang terdiri dari 11 Kabupaten/Kota memilih Andre Rosiade. Hal itu menunjukkan, penerimaan warga Sumbar terhadap Andre Rosiade dan tim sangat baik. Kami juga yakin, suara terus bertambah saat pemungutan suara ulang (PSU) di 103 TPS besok (hari ini, red),” kata Andre yang juga juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ini.
Andre berharap, rekapitulasi suara AR Center bisa tuntas akhir pekan ini. Sampai kemarin, baru beberapa Kabupaten/Kota yang C1-nya sudah 100 persen dari rekapitulasi yang digelar. Pertama adalah Kota Padang, dimana Andre mendapatkan hampir 70 ribu suara. Disusul Kabupaten Dharmasraya sekitar 23 ribu suara, Sijunjung 10 ribu, Kota Sawahlunto 2.091 suara suara dan Tanahdatar 7 ribu suara. Jumlah itu saja sudah menembus angka 112 ribu suara.
”Kami masih menunggu kelengkapan data C1 dari Kabupaten Pessel, Kepulauan Mentawai, Kabupaten Solok, Kota Padangpanjang dan Kota Solok. Di daerah-daerah itu, sekilas kami lihat juga lumayan suaranya. Mungkin awal pekan depan kita sudah bisa fiks-kan C1-nya dan menggelar jumpa pers resmi,” kata Andre yang disebut-sebut menjadi pemilik suara tertinggi di Dapil Sumbar 1 ini.
Terkait dengan akan digelarnya pemungutan suara ulang (PSU) di 103 TPS di Sumbar Sabtu (27/4) ini, Andre meminta pemilih ramai-ramai mendatangi TPS. Memberikan hak suaranya yang kemarin tidak dihitung karena berbagai sebab. Dia meminta, jumlah peserta yang hadir, harus melebihi pemilihan sebelumnya.
Andre meminta KPU juga melakukan sosialisasi segera terkait pelaksanaan pencoblosan ulang ini. Seperti tetap mengirimkan surat undangan atau C6 kepada pemilih. Karena mungkin saja, pemilih tidak mengetahui, kalau TPS mereka diulang pemilihannya.
”Dari pengalaman PSU sebelum-sebelumnya, mungkin sulit membuat jumlah pemilih yang datang melebihi sebelumnya. Namun, kalau diintenskan sosialisasinya, tentunya orang akan banyak datang. Yang penting jangan sampai warga tidak tahu ada Pemilu ulang,” kata Andre yang juga ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Menurut Andre, banyak faktor yang menyebabkan PSU digelar. Seperti keterlambatan logistik, banyaknya pemilih ilegal atau dibiarkannya pemilih yang hanya memilih dengan e-KTP tanpa surat keterangan pindah memilih (C5). Hal itu perlu jadi evaluasi KPU, Bawaslu dan negara untuk memerbaikinya.
”Mungkin sosialisasi yang kurang, atau ada faktor-faktor lain yang harus dikaji. Kami lihat, banyak PSU digelar karena ramainya pemilih yang hanya pakai e-KTP. Mungkin karena kurangnya keterangan dari keputusan MK terhadap memilih boleh pakai e-KTP meski tak dapat undangan,” sebut jubir BPN Prabowo-Sandi ini. (r)

Baca Juga  2022, Pemko Padang Targetkan PE 3,14 Persen, Wako Sampaikan Rancangan KUA-PPAS APBD TA 2022