SAWAHLUNTO, METRO–Juarai MRC 2025, siswa MIN 2 dari Kota Tambang buktikan diri menang dan peringkat pertama Teknologi Robotik tingkat nasional. Saking bahagianya Kakanmenag Sawahlunto, H.Dedi Wandra hingga mendekap keduanya siswa tersebut dengan pelukan hangat. Dengan semangat “Madrasah Hebat, Bermutu, dan Mendunia”, capaian ini menjadi tonggak baru bagi pendidikan madrasah Indonesia khususnya di Sawahlunto menuju masa depan hijau dan berteknologi
Prestasi membanggakan ditorehkan kedua siswa dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Sawahlunto, yaitu Muhammad Arya Pratama dan Zhafira Zefanza, sukses merebut Juara 1 Nasional dalam kategori Mobile Robot Labirin pada ajang Madrasah Robot Competition (MRC) 2025 yang digelar di Atrium Utama Living World, Cibubur, pada Sabtu, 1 November 2025.
Kompetisi bergengsi tingkat nasional tersebut dibuka langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, dan diikuti oleh 616 tim peserta dari berbagai jenjang madrasah — mulai dari MI, MTs, hingga MA — dengan tema “Robotic Technology for a Green Future”. Tema ini mengajak generasi muda madrasah untuk berinovasi melalui teknologi robotik yang mendukung masa depan ramah lingkungan.
Dalam persaingan yang sangat ketat, Tim Batu Bara Robotik (BBR) MIN 2 Sawahlunto tampil memukau dan berhasil unggul di babak final. Mereka berhasil mengalahkan ratusan tim lain dari berbagai provinsi dan keluar sebagai juara pertama nasional. Atas prestasi tersebut, tim menerima tropi, medali, sertifikat, perangkat robotika, serta uang tunai sebesar Rp10 juta sebagai bentuk penghargaan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Dr. H. Dedi Wandra, M.A, menyampaikan rasa bangganya atas capaian luar biasa ini.
“Madrasah Robotik Compettion merupakan bagian dari implementasi Program Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam pengembangan penguasaan teknologi. MIN 2 Sawahlunto telah membuktikan bahwa madrasah dari daerah pun mampu menjadi yang terbaik di tingkat nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa tagline ‘Madrasah Maju, Bermutu, dan Mendunia’ bukan sekadar slogan. “Kita siap mendukung penuh seluruh madrasah agar lebih maju dan bermutu. Bahkan, kita sudah membangun komunikasi dengan pihak Malaysia untuk membuka peluang kerja sama pendidikan internasional,” tambahnya saat mendampingi tim di Cibubur.
Kepala MIN 2 Sawahlunto, Hj. Yessi Syafri, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan tim robotik madrasahnya. “Kami bersyukur dan bangga atas prestasi Tim Batu Bara Robotik yang meraih Juara I Nasional. Ini buah dari kerja keras siswa, pelatih, guru, dan dukungan orang tua. Semoga prestasi ini menginspirasi peserta didik lainnya untuk terus berinovasi, dan membuktikan bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam sains dan teknologi,” ucapnya penuh haru.
Sementara itu, pembimbing robotik MIN 2 Sawahlunto, Ridho Illahi, menegaskan pentingnya semangat belajar dan penguasaan teknologi bagi generasi muda madrasah. “Teknologi harus kita kuasai, bukan kita takuti. Prestasi ini adalah bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing dalam bidang robotika. Teruslah belajar, berinovasi, dan jangan berhenti bermimpi karena mereka yang terus belajar akan memimpin masa depan,” ujarnya. (pin)





