SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Ketua LKAAM Prihatin Fenomena Pelajar Bunuh Diri

0
×

Ketua LKAAM Prihatin Fenomena Pelajar Bunuh Diri

Sebarkan artikel ini
Ir. H. Dahler, M.Sc Datuk Panghulu Sati (Ketua LKAAM Sawahlunto)

SAWAHLUNTO, METRO–Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Sawahlunto Ir. H. Dahler, M.Sc Datuk Panghulu Sati, sangat prihatin terhadap dua fenomena kejadian “Bundir” dua orang anak usia remaja pelajar tingkat SLTP Kota Sawahlunto.  Datuak Dahler memberikan himbauan terhadap semua lini, Pemerintah, Instansi terkait, sekolah, orang tua dan anak-anak usia sekolah, untuk pentingnya memberikan perhatian yang serius kepada generasi muda apalagi yang dalam masa usia pubertas dan menjatu diri, dengan perhatian yang ekstra agar kejadian ini tidak terulang dan cepat dapat solusinya.

Dalam wawancara via WhatsApp, memang disebutkan Datuak Dahler beberapa hal yang bisa mencegah perbuatan men­­dekati kedua kasus tersebut pada anak-anak remaja. “Di sini memang sedikit banyak nya perlu dilakukan evaluasi, baik itu dari tokoh masyarakat, pemerintah kota, sekolah dan orang tua. Sebagai seorang anak waktu yang banyak dihabiskan adalah bersama orang tua dan di Sekolah,” ungkap Dahler.

Baca Juga  Wako jadi Pemateri pada Dies Natalies KPP UI, Kesempatan Promosikan Adat dan Budaya Kota Arang

Disbeutkan, bahwa peran orang dalam mendidik dan membimbing anak, bukan hanya memenuhi kebutuhan anak, memberikan perhatian dan kasih sayang yang tulus. Sehingga anak seusia remaja ini dalam posisi labil menemukan tempat yang kokoh untuk bertahan dari gempuran persoalan ya­ng dihadapinya.  “Begitupun dengan guru di se­kolah, tidak hanya mengajar dan memenuhi kurikulum tetapi mendidik anak untuk memiliki jiwa dan karakter yang positif, “ ujarnya.

Tak hanya itu pihak Pemerintah Kota Sawahlunto dan Instansi terkait, juga harus memberikan dorongan melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial, agar segera melakukan evaluasi terhadap sekolah mulai dari SD dan tingkat SLTP.   “Kejadian di SLTP dipanggil Kepsek dari sekolah setingkat SLTP beserta guru BK untuk bersama-sam mencarinya solusinya. Berikan pengarahan, berikan tindakan yang membuat kejadian ini tidak terulang lagi. Jika perlu tambah guru BK, guru piket diberdayakan sepenuhnya, pa­sang CCTV, Satpam 24 jam, dan penjaga sekolah pun diberikan arahan,” jelasnya.

Baca Juga  LHP LKPD 2018, Sawahlunto Raih Opini WTP Keempat Kalinya

Dan untuk Dinas Sosi­al dimana di bawahnya ada Bidang P2T2A yang menangani perempuan dan anak. Upayakan lah segera melakukan tindakan khusus untuk sekolah setingkat SLTP ini.

“Adakan penyuluhan ke sekolah secara intensif dan berdayakan penyuluhan di tingkat masyarakat yang menyasar kepada orang tua dan anak,” je­lasnya.

Kita himbau dan ha­rapkan masyarakat Sa­wahlunto agar pertebal iman dan takwa, ramaikan pengajian, rajin mengajak anak-anak ke mesjid sejak dini, bersosialisasi dengan warga sekitar, berikan ruang bagi anak-anak ini tetap dalam pengawasan.  “Dan semboyan anak dipangku, kemenakan di­bimbing dalam budaya Minangkabau itu tetap di teladani sehingga anak-anak generasi muda Kota Sawahlunto terselamatkan dan menjadi generasi penerus yang tidak hanya cerdas namun memiliki karakter kuat dan positif,” tuturnya. (pin)