PAYAKUMBUH/50 KOTA

Pelayanan Cepat dan Ramah, Warga Payakumbuh Puas Urus BPJS Kesehatan

0
×

Pelayanan Cepat dan Ramah, Warga Payakumbuh Puas Urus BPJS Kesehatan

Sebarkan artikel ini
PUAS LAYANAN BPJS—Salah satu peserta JKN merasa puas dengan pelayanan BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh.

PAYAKUMBUH, METRO–Pelayanan publik yang cepat, ramah dan profesional selalu menjadi dam­­baan seluruh mas­yarakat. Hal itu pula yang dirasakan langsung oleh Elmiwati (59), peserta program Ja­mi­­nan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang dijamin oleh pemerintah daerah, yang mengaku sangat terbantu de­ngan pelayanan cepat saat mengurus administrasi kepesertaan JKN milik suaminya yang sempat nonaktif.

Elmiwati bercerita, su­aminya harus menja­lani perawatan inap di RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh akibat sakit perut yang cu­kup serius. Saat proses administrasi di rumah sakit, barulah ia meng­etahui bah­wa status kepesertaan JKN suaminya telah nonaktif. “Waktu itu saya langsung panik dan pihak rumah sakit bilang jika kartu BPJS Kesehatan suami sa­ya tidak aktif. Padahal sebelumnya masih aktif dan saat ini kami membutuhkan BPJS Kesehatan segera untuk menjamin biaya rawat inap suami,” tutur Elmiwati.

Dalam kondisi cemas, ia pun bergegas menuju Kantor BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh untuk mencari solusi. Tak disangka, pelayanan cepat dan ramah dari petugas di sana membuat urusannya selesai dalam waktu sing­kat dan ia men­dapatkan solusi untuk men­gaktifkan kepesertaan JKN suaminya dengan segera pada hari yang sama. “Awalnya saya sem­pat khawatir prosesnya akan memakan waktu lama, seperti yang pernah saya dengar dari beberapa orang. Namun, ke­khawatiran itu seketika sirna setelah merasakan sen­diri bagaimana petugas BPJS Kesehatan melayani saya dengan se­nyum dan sigap sejak pertama kali menginjakkan kaki di kantor BPJS Kesehatan,” ung­kap Elmiwati.

Elmiwati mengatakan saat masuk ke kantor BPJS Kesehatan, ia langsung disambut baik oleh satpam dan sigap menanyakan kebutuhan administrasinya. Menariknya, El­miwati tidak diberikan nomor antrean, ia justru langsung diarahkan ke petugas Koordinator Fron­tliner yang sedang bersiaga. “Menurut saya sistem tersebut lebih e­fisien karena petugas me­lakukan penyaringan peserta berdasarkan kebutuhan layanan. Urusan saya bisa diselesaikan tanpa harus mengambil nomor antrean, bahkan petugas dengan sabar mendengarkan penjelasan saya dan segera memeriksa data kepesertaan JKN suami saya,” ujar Elmiwati.

Elmiwati juga men­g­apresiasi keberadaan Anjungan Mandiri (AMAN) JKN dan petugas yang siap siaga dengan tablet pe­laya­nan, yang dinilainya mempercepat proses administrasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan data di AMAN JKN, ternyata ke­pesertaan JKN suaminya non­­aktif karena tidak dijamin lagi oleh pemerintah daerah.

Kemudian, petugas BP­­JS Kesehatan menjelaskan bahwa Elmiwati dapat segera mengaktifkan kem­bali kepesertaan JKN suaminya dengan men­daftar sebagai peserta mandiri me­lalui mekanisme N+1. Artinya, peserta mandiri harus membayar iuran terhitung sejak bulan kepesertaan JKN-nya nonaktif di segmen sebelumnya dan tidak perlu menunggu masa tung­gu selama 14 hari lagi, sehingga peserta mandiri bisa langsung membayar iuran dan mengaktifkan kepesertaan JKN-nya.

“Bersama petugas, sa­ya diarahkan dan dipandu ke AMAN JKN agar tidak perlu antre, sementara yang harus antre tetap dibantu oleh petugas dengan tablet, sehingga semuanya dapat ditangani dengan cepat. Selain di­berikan solusi yang baik untuk mendaftar sebagai peserta mandiri, petugas juga menjelaskan bahwa saya dapat melapor kem­bali ke kantor Dinas Sosial setempat agar dapat didata ulang,” tambah Elmiwati.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh, Defiyanna Sayodase mengungkapkan bahwa kepuasan ma­syarakat, seperti yang di­rasakan Elmiwati menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus memberikan pelayanan yang mu­dah, cepat dan setara. Oleh karena itu, petugas di la­pangan selalu berupaya memberikan pelayanan prima dan empati bagi peserta JKN yang menghadapi situasi men­desak, terutama terkait perawatan di rumah sakit.

“Kami bersyukur ma­syarakat merasa terbantu dan kami akan berusaha membantu dengan cepat dengan tetap mengikuti prosedur agar datanya valid dan tidak salah. Cerita Ibu Elmiwati ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan cepat dan ramah bisa memberikan dampak besar, terlebih di saat peserta sedang dalam kondisi sulit,” jelas Defiyanna. (uus)