BERITA UTAMA

3 Pekerja Tambang Emas Ilegal Ditangkap, Ekskavator hingga Mobil Pajero jadi Barang Bukti

6
×

3 Pekerja Tambang Emas Ilegal Ditangkap, Ekskavator hingga Mobil Pajero jadi Barang Bukti

Sebarkan artikel ini
TAMBANG ILEGAL— Tim gabungan Ditreskrimsus Polda Sumbar dan Polres Pasbar menggerebek tambang emas ilegal di Jorong Air Runding, Nagari Koto Nan Duo, Kecamatan Koto Balingka.

PASBAR,METRO–Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar bersama Polres Pasaman Barat (Pasbar) menggerebek aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Jorong Air Runding, Nagari Koto Nan Duo, Kecamatan Koto Balingka.

Saat penggerebekan, tim gabungan berhasil me­nga­mankan tiga orang pelaku PETI, masing-masing berinisial AD (31) dan AR (22) yang berperan sebagai anggota box, serta ZH (45) yang bertugas sebagai operator alat berat ekskavator merek Caterpillar 320 GX warna kuning.

Kapolres Pasbar, AKBP Agung Tribawanto saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa penindakan terhadap aktivitas PETI ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan aparat Kepolisian da­lam memberantas kegiatan penambangan emas ilegal yang terjadi di wi­layah Pasbar.

“Kegiatan penertiban ini dipimpin oleh Kompol Okta Rahmansyah, S.Ik dari Ditreskrimsus Polda Sumbar dengan didampingi oleh personel dari Polres Pasbar dan Polsek Sungai Be­remas,” kata AKBP Agung kepada wartawan, Jumat, (31/10).

Dijelaskan AKBP Agung, penggerebekan yang dilakukan merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat dengan adanya aktivitas penambangan emas ilegal khusus di wila­yah Koto Balingka, Kabupaten Pasbar.

Baca Juga  Polda Riau Ungkap Peredaran Gelap Sabu yang Hendak Dikirim ke Surabaya, Barang Bukti Senilai Rp 12,8 Miliar

“Masyarakat mengaku sudah resah dengan maraknya aksi PETI yang me­nggunakan alat berat karena sangat merusak ling­kungan. Dari laporan itulah, tim gabungan langsung melakukan penggerebekan saat mereka sedang beraktivitas menambang emas secara ilegal,” tutur AKBP Agung.

Lebih lanjut dijelaskan AKBP Agung, saat petugas gabungan tiba di tempat kejadian perkara (TKP), para pelaku sempat mencoba melarikan diri. Namun berkat kesigapan petugas yang sudah mengepung area tersebut, ketiganya berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti.

“Setelah dilakukan interogasi awal di lokasi, para pelaku mengakui bahwa aktivitas penambangan tanpa izin tersebut sudah mereka lakukan selama kurang lebih dua bulan terakhir dengan modus berpindah-pindah lokasi untuk mengelabui petugas,” tegas dia.

Selain mengamankan ketiga pelaku, AKBP Agung mengungkapkan, petugas juga berhasil menyita se­jumlah barang bukti dari lokasi kejadian, berupa satu unit ekskavator  me­rek Caterpillar seri 320 GX warna kuning, satu unit mobil Pajero warna hijau silver yang digu­nakan untuk mengangkut BBM sembilan jeriken, terdiri dari delapan jerigen kosong dan satu jerigen berisi BBM jenis solar berkapasitas 35 liter, serta dua buah karpet penyaring emas yang digu­nakan untuk me­misahkan butiran emas dari material tanah.

Baca Juga  Jokowi Ingin Dirikan Partai Super Tbk, PKB: Parpol Bukan Perusahaan

“Seluruh barang bukti bersama ketiga pelaku kini telah kami amankan di Mapolres Pasbar guna kepentingan proses penyidikan lebih lanjut,” tegas dia.

AKBP Agung menuturkan, atas perbuatannya, ketiga pelaku akan dijerat dengan Pasal 158 Jo Pasal 35 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Ta­hun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, sebagai­mana telah diubah dalam Pasal 37 angka 5 huruf b Jo Pasal 39 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Peng­ganti Undang-Undang Nomor 2 Ta­hun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Kami akan terus mela­kukan patroli dan sosialisasai kepada masyarakat serta akan secara rutin melaksanakan operasi terpadu bersama instansi terkait untuk menekan aktifitas PETI di wilayah Kabupaten Pasbar. Harapan kami, masyarakat dapat berperan aktif untuk menghentikan aktivitas tambang ilegal,” pungkasnya. (end)