BERITA UTAMA

Siswi SMA Korban Pemerkosaan Melahirkan di Ruang Kelas, Pelakunya Ternyata Paman Sendiri, akut Cerita karena Diancam Dibunuh

4
×

Siswi SMA Korban Pemerkosaan Melahirkan di Ruang Kelas, Pelakunya Ternyata Paman Sendiri, akut Cerita karena Diancam Dibunuh

Sebarkan artikel ini
PEMERKOSA— Pelaku PRK yang memperkosa ponakannya hingga melahirkan di ruang kelas di salah satu SMA di Kecamatan Lengayang, ditangkap Tim Satreskrim Polres Pessel.

PESSEL, METRO–Heboh. Seorang siswi yang kehamilannya tidak diketahui oleh temannya maupun keluarganya, tiba-tiba melahirkan anak perempuan di ruang kelas kosong di salah satu SMA di Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Peristiwa itu terjadi pa­da Selasa (28/10) pukul 09.00 WIB. Proses melahirkan siswi yang duduk di bangku kelas 10 itu pun dibantu oleh dua temannya. Lingkungan sekolah pun dibuat heboh. Setelah melahirkan, Bunga (nama samaran-red) langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Tentunya, kehamilan Bunga hingga melahirkan anak perempuan, menjadi tanda tanya besar bagi keluarga, guru hingga teman-temannya. Setelah ditanya, siswi yang bertubuh agak gemuk ini akhirnya mengakui kalau pamannya sendiri yang sudah membuat dirinya hamil.

Bunga diperkosa oleh pamannya berkali-kali sejak Januari 2025 sampai dibuat hamil. Ancaman akan dibunuh jika mengadu, membuat Bunga ta­kut dan tidak berani menceritakan kepada siapapun. Bunga terpaksa me­nyembunyikan kehamilannya yang dari hari ke hari perutnya semakin membesar dan melahirkan.

Pengakuan Bunga sontak membuat keluarganya marah kepada sang paman berinisial PRK (32) dan langsung melaporkannya ke Polres Pesisir Selatan (Pessel). Polisi bergerak cepat melengkapi bukti-bukti lalu menangkap pelaku PRK di kawasan Painan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pessel, Kamis (30/10).

Baca Juga  Kontak Senjata di Deiyai Papua, 1 TNI Tewas dan 5 Polisi Terkena Panah

Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan, AKP M Yogie Biantoro membenarkan adanya kejadian siswi SMA yang menjadi korban pemerkosaan melahirkan dalam kelas. Menurutnya, awalnya, siswi ini pamit sama gurunya izin keluar kelas karena alami sakit perut.

“Guru tidak curiga. Korban ini izin keluar kelas lalu ditemani dua orang temannya.  Anak ini usap-usap perut, ngelurian air seperti ketuban itu. Pergi ke ruang kelas lain, ruang itu memang kosong,” kata AKP M Yogie Biantoro saat dihubungi wartawan, Jumat (31/10).

AKP Yogie mengatakan awalnya temannya itu ti­dak ada yang tahu bahwa korban hamil. Termasuk guru beserta keluarga korban sendiri.  Hal itu disebabkan postur tubuh korban memang agak gemuk, jadi tidak kelihatan sedang hamil.

“Proses melahirkan, korban pun dibantu oleh dua temannya yang menemani korban saat permisi keluar kelas. Saat korban melahirkan, lingkungan sekolah dibuat heboh. DI ruang kelas kosong itu, korban melahirkan anak perempuan. Karena kondisi korban sudah lemas, korban langsung dilarikan ke puskesmas,” tutur AKP Yogie.

Baca Juga  Sarjana Tipu Polisi, Motor Digelapkan Krisna Murti Ditangkap

Setelah dibawa ke Puskesmas, kata AKP Yogie, pihak keluarga kemudian datang dan dibuat kaget karena mereka tidak mengetahui korban hamil. Karena tidak bida lagi berbohong, korban ini mengakui kalau dirinya diperkosa oleh pamannya.

“Tidak terima anaknya jadi korban pemerkosaan, kasus langsung dilaporkan ke Polres. Pelaku hari itu juga diamankan  dan saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tegas AKP Yogie.

AKP Yogie mengatakan. pelaku pemerkosaan siswi yang duduk di bangku kelas X ini adalah orang terdekat, yakni pamannya berinisial PRK (32). Korban tidak sanggup bercerita, karena mendapat ancaman pembunuhan.

“Tndakan kekerasan seksual yang dialami pelaku ke korban telah berulang kali. Sejak Januari 2025. Korban diancam akan dibunuh kalau tidak melakukan hal tersebut. Pelaku melakukan tindakan pemerkosaan itu di rumah anak korban,” tandasnya. (*)