SOLOK, METRO–TP-PKK Kota Solok menggelar sosialisasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Rumah Sehat Layak Huni dalam rangka mendukung Program Aku Hatinya PKK. Program Aku Hatinya PKK merupakan Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman. Program ini mendorong keluarga untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan, gizi, dan obat keluarga dengan menanam berbagai tanaman sayur, buah, serta toga (tanaman obat keluarga).
Selain memperindah lingkungan, program ini juga bertujuan meningkatkan ketahanan pangan keluarga serta menciptakan pola hidup sehat dan ramah lingkungan.
Ketua TP-PKK Kota Solok Ny. Dona Ramadhani Kirana Putra, menyampaikan Pokja III memiliki tugas utama dalam pengelolaan program pangan, sandang, perumahan, dan tata laksana rumah tangga. “Melalui kegiatan ini, diharapkan kader semakin memahami tugas dan fungsi TP-PKK, khususnya Pokja III, sehingga pelaksanaan dan pencatatan program di setiap wilayah dapat berjalan seragam. Dengan begitu, kita dapat menyajikan data yang akurat sesuai format yang telah ditetapkan oleh pusat dan provinsi,” ujar Dona.
Pada bidang pangan, Pokja III berperan penting dalam menggerakkan keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangan melalui program Aku Hatinya PKK, mendorong konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA), serta berpartisipasi dalam kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Di bidang sandang, Pokja III juga diharapkan dapat membudayakan kebiasaan berbusana yang sopan dan mencerminkan nilai moral dan budaya bangsa Indonesia serta mendukung pelaku usaha kecil mikro di bidang sandang.
Konsep B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) adalah pola konsumsi pangan yang memperhatikan keberagaman jenis makanan dengan kandungan gizi seimbang dan aman dikonsumsi. Melalui penerapan B2SA, keluarga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi harian secara optimal, mencegah stunting, dan menjaga kesehatan dengan mengonsumsi bahan pangan lokal yang mudah diperoleh di sekitar rumah.
Kepala Dinas Perkim LH Kota Solok, Hanif, selaku narasumber dalam kegiatan ini memaparkan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga yang berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan sehat dan layak huni.
Menurutnya, pengelolaan sampah dimulai dari pemilahan di sumbernya menjadi sampah organik dan anorganik dengan menerapkan prinsip 3R — Reduce, Reuse, Recycle. Prinsip ini menekankan upaya mengurangi penggunaan barang sekali pakai (reduce), menggunakan kembali barang yang masih layak pakai seperti botol atau wadah (reuse), serta mendaur ulang sampah menjadi produk baru yang bermanfaat (recycle). (vko)






