PEKANBARU, METRO–Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) terus menumbuhkan semangat kolaborasi dan kesiapsiagaan melalui kegiatan Pengenalan Kejadian Tanggap Darurat Bencana dan Keselamatan Kerja, yang dilaksanakan bersama Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sumbagteng 1.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen PLN dalam meningkatkan kompetensi dan kewaspadaan pegawai menghadapi berbagai potensi risiko di lapangan, sekaligus memperkuat budaya keselamatan (safety culture) di lingkungan kerja yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Pelatihan ini mencakup pemaparan materi terkait identifikasi potensi bencana, prosedur evakuasi, teknik pertolongan pertama, hingga mitigasi risiko kebakaran dan kecelakaan kerja. Tak hanya teori, kegiatan juga diisi dengan drill exercise atau simulasi lapangan, di mana peserta dilatih secara langsung untuk merespons situasi darurat di area proyek.
Simulasi tersebut melibatkan tim K3 PLN, pegawai proyek, serta pihak eksternal seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru. Kolaborasi lintas pihak ini bertujuan memastikan seluruh pegawai PLN mampu bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam menghadapi bencana maupun insiden kerja.
General Manager PLN UIP Sumbagteng, Hendro Prasetyawan, menekankan bahwa kesiapsiagaan merupakan bagian dari nilai dasar dan budaya kerja yang harus melekat pada setiap insan PLN.
“Keselamatan adalah fondasi utama dalam setiap kegiatan operasional PLN. Di sektor ketenagalistrikan, risiko kerja bisa muncul kapan saja, sehingga setiap pegawai harus siap dan memiliki keterampilan untuk merespons keadaan darurat secara cepat dan tepat,” ujar Hendro.
















