SAWAHLUNTO, METRO–Tim robotik dari MIN 2 Kota Sawahlunto, yang menamakan diri Tim Batu Bara Robotik, berhasil menembus 10 besar nasional dalam ajang bergengsi Madrasah Robotik Competition (MRC) 2025 kategori Robot Mobile Labirin jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) tingkat nasional. Prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi sekolah, tapi juga menjadi bukti nyata bahwa talenta teknologi dari daerah tambang tua itu mampu bersaing di kancah nasional.
Tim Batu Bara Robotik beranggotakan dua siswa muda berbakat: Muhammad Arya Pratama (kelas VI) dan Zhafira Zefanza (kelas V). Mereka didampingi oleh pembina sekaligus guru inspiratif, Ustadz Ridho Illahi, S.Pd., M.Pd., yang sejak awal menanamkan semangat inovasi dan disiplin dalam setiap sesi latihan. “Anak-anak ini luar biasa. Mereka belajar bukan hanya soal robot, tapi juga kerja tim, logika, dan tanggung jawab. Kami tidak menyangka bisa sampai ke tahap nasional,” ujar Ustadz Ridho dengan bangga.
Babak grand final kompetisi robotik ini akan digelar pada 1 November 2025 di Living World Cibubur, Bogor, Jawa Barat. Di ajang tersebut, Tim Batu Bara Robotik akan bersaing dengan para finalis terbaik dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia.
MRC sendiri merupakan ajang tahunan yang digelar oleh Direktorat KSKK Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia, bertujuan menumbuhkan minat dan kreativitas siswa madrasah di bidang sains dan teknologi. Tahun ini, tema kompetisi berfokus pada penerapan teknologi robotika yang berorientasi pada pemecahan masalah kehidupan sehari-hari.
Kepala MIN 2 Kota Sawahlunto, Yesi Safri serta jajaran Kemenag Kota Sawahlunto, memberikan dukungan penuh bagi tim ini. Doa dan semangat juga datang dari masyarakat, guru, serta rekan-rekan sesama siswa. “Kami berharap Arya dan Zhafira bisa membawa pulang medali emas, bukan hanya untuk MIN 2 Sawahlunto, tetapi juga untuk kota Sawahlunto dan Provinsi Sumatera Barat,” ujar salah satu guru madrasah dengan penuh haru.
Sawahlunto yang dulu dikenal sebagai kota tambang batubara, kini mulai menorehkan prestasi di bidang teknologi dan pendidikan modern. “Kami ingin membuktikan bahwa anak-anak madrasah juga mampu bersaing di era digital. Kami berjuang bukan hanya untuk menang, tapi untuk membuktikan potensi anak bangsa dari daerah,” tutur Ustadz Ridho. Grand Final Madrasah Robotik Competition (MRC) 2025 akan menjadi momentum penting bagi madrasah di seluruh Indonesia untuk menunjukkan bahwa sains, teknologi, dan iman bisa berjalan beriringan. (pin)





