AGAM/BUKITTINGGI

Panen SPM di Kamang Hilia, Ubinan Capai 8,64 Ton per Hektar

0
×

Panen SPM di Kamang Hilia, Ubinan Capai 8,64 Ton per Hektar

Sebarkan artikel ini
Panen SPM di Kamang Hilia
PANEN SPM— Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Rahman hadir mewakili Bupati Agam melakukan panen program SPM di Ladang Darek, Nagari Kamang Hilia, Kecamatan Kamang Magek, Rabu (29/10).

AGAM, METRO–Program Sawah Pokok Murah (SPM) yang digagas Pemerintah Kabupaten Agam kembali menunjukkan hasil menggembirakan.

Hasil positif itu kembali terlihat di Field Day panen SPM di Ladang Darek, Nagari Kamang Hilia, Kecamatan Kamang Magek, Rabu (29/10).

Panen yang dilakukan, tercatat hasil ubinan mencapai 8,64 ton per hektar.

Angka ini meningkat dibanding pola konvensional yang hanya sekitar 6,8 ton per hektar, dengan varietas padi Kuriak Kusuik.

Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Rahman hadir mewakili Bupati Agam mengapresiasi para petani, yang telah mene­rapkan inovasi melalui program SPM tersebut.

Baca Juga  Bertemu Aisyah, Bupati Agam Jamin Biaya Pendidikan hingga Sarjana

Menurutnya, capaian ini menjadi bukti nyata bahwa penerapan teknologi dan pola tanam modern mampu meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Agam.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai ajang belajar, berbagi pengalaman, dan menumbuhkan semangat gotong royong dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern,” ajaknya.

Dia menegaskan, pa­nen bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari siklus pertanian berikutnya yang memerlukan perencanaan matang dan kerja berkelanjutan.

“Manfaatkan hasil pa­nen ini dengan bijak dan terus berupaya me­ning­katkan produktivitas melalui penggunaan teknologi tepat guna, benih unggul serta penerapan pertanian ramah lingkungan,” pesannya.

Baca Juga  Kerawanan Pilkada Agam Diidentifikasi

Sementara itu, salah seorang peserta Sekolah Lapang SPM, Faisal mengaku mendukung penerapan pola SPM karena terbukti menekan biaya pro­duksi dan memberikan hasil yang lebih baik.

“SL SPM yang kita lakukan ini hanya sepekan pertama mendapatkan air yang cukup, namun hasil panennya sangat baik. Anakan padi banyak dan lebih tahan kekeringan,” jelasnya.

Kegiatan Field Day ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara petani, penyuluh, akademisi dan pemerintah daerah, guna mewujudkan sistem pertanian berkelanjutan di Kabupaten Agam. (pry)