BERITA UTAMA

Kasus Siswa SMP Gantung Diri Pakai Dasi, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Bullying

3
×

Kasus Siswa SMP Gantung Diri Pakai Dasi, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Bullying

Sebarkan artikel ini
BUNUH DIRI— Siswa SMPN 7 Sawahlunto bunuh diri di ruang kelas.

SAWAHLUNTO, METRO–Pihak Kepolisian memastikan tidak ada unsur perundungan atau bullying yang dialami BE (15), siswa kelas IX SMPN 7 Kota Sawahlunto, hingga mengakhiri hidupnya de­ngan cara gantung diri meng­guna­kan dasi di ruang kelasnya.

Kapolsek Barangin, Ipda Gor­rah­man, mengatakan BE murni bu­nuh diri. Dari hasil visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Beberapa hal yang kami pela­jari, ini murni bunuh diri. Juga tidak ada unsur bullying,” kata Ipda Gorrahman saat di­kon­firmasi wartawan, Rabu (29/10).

Menurut Ipda Gorrahman, pihaknya telah memeriksa teman dekat, guru, hingga orang tua korban. Dari keterangan yang didapat, BE tidak pernah bercerita tentang masalah yang dialaminya.

“Sepertinya ini ma­sa­lah pribadi, tapi dipendam sendiri. Keluarga juga tidak yakin anaknya di-bullying karena BE ini anak warga asli sana. Enggak mungkin di-bullying,” ucapnya.

Ipda Gorrahman menambahkan, BE dikenal sebagai anak yang ceria. Karena itu, kepolisian hingga kini belum mengetahui pasti motif di balik bunuh diri tersebut.

“Kayaknya tekanan eko­nomi, berasal dari keluarga, tidak ada perhatian keluarga, masalah lalu dipendam sendiri. Tapi kami terus dalami. Kami harap instansi terkait dapat memperhatikan sekolah dan para siswa, karena banyak konten di media sosial yang tidak mendidik,” tandasnya.

Sebelumnya, seorang siswa kelas IX ditemukan tewas di dalam ruang kelas SMP Negeri 7 Kota Sawahlunto, di Kebun Jati, Kelurahan Saringan, Kecamatan Barangin,  pada Selasa (28/10) sekitar pukul 12.00 WIB.  Diduga, siswa malang itu meninggal akibat bunuh diri.

Peristiwa tragis ini bertepatan dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-97. Saat ditemukan, siswa berinsial BE (15)  tergantung di jendela dengan leher yang terlilit dasi SMP berwarna biru. Insiden bunuh diri ini sontak membuat heboh para murid dan guru.

Tak berselang lama, Polisi datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP lalu mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Sawahlunto untuk dilakukan visum luar. Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab siswa SMP itu nekat mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu. (*)