BERITA UTAMA

Viral! Mantan Bupati Dharmasraya Diamankan Warga dan Dituduh Homo, Sempat Ribut dengan Pria di Kamar Penginapan, Diantar ke Polsek lalu Dijemput Anak Angkat

2
×

Viral! Mantan Bupati Dharmasraya Diamankan Warga dan Dituduh Homo, Sempat Ribut dengan Pria di Kamar Penginapan, Diantar ke Polsek lalu Dijemput Anak Angkat

Sebarkan artikel ini
DIAMANKAN WARGA— Video seorang pria yang diduga mantan Bupati Dharmasraya periode 2010-2015 berinisial AG diamankan sejumlah warga di Kota Padang.

PADANG, METRO–Heboh video seorang pria yang diduga mantan Bupati Dharmasraya periode 2010-2015, berinisial AG diamankan sejumlah warga di Kota Padang.  AG diamankan karena kabur setelah ribut dengan seorang pria di dalam kamar penginapan di Jalan Gajah, Kelurahan Air Tawar, Kecamatan Padang Utara.

Bahkan sejumlah warga menduga pria tersebut penyuka sesama jenis dan sempat melakukan pemesanan melalui jasa Open BO. Rekaman tersebut kemudian tersebar luas di berbagai grup WhatsApp dan media sosial, sehingga menjadi bahan perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Dalam video berdurasi 1 menit 19 detik itu, terlihat AG dipegang oleh dua orang. Warga lain ikut melakukan interogasi kepadanya.  “Orang homo, orang homo,  ketangkap, ketangkap,” kata warga yang mem-videokan.

“Kamu akui kesalahan kamu? Ada tuhan kamu atau tidak? Kamu kurung dia, ya. Bawa aja dia ke polsek, bertanggung jawab kamu atas kesalahan ka­mu, ya. Kalau tidak salah kamu, tidak bakalan takut kamu,” ucap warga menginterogasi, kalimat ini su­dah diartikan dalam bahasa Indonesia.

Warga tersebut juga menjelaskan bahwa pria yang diamankan itu telah melakukan open BO dengan sesama laki-laki.

“Open BO. Disuruhnya orang datang ke OYO itu, dikurungnya di dalam kamar. Laki sama laki,” ujar warga itu.

Menurut warga yang ikut menggerebek, kejadian itu pada Sabtu siang (25/10). Penggerebekan berawal dari suara minta tolong dari dalam kamar penginapan.

“Kejadian siang sekitar jam setengah 2. Saya baru membuka warung. Jadi orang hotel ini hanya dua orang yang tinggal, cewek semua, biasanya ada cowok. Tapi cowok sedang keluar,” kata seorang warga setempat, Diva Monica (30), Rabu (29/10).

Baca Juga  Survei INES: Kaum Muda Dukung Prabowo-Gibran Menangi Pilpres 2024

“Orang hotel ini cemas karena terdengar orang minta tolong dari kamar ujung. “tolong, tolong” sua­ra cowok. Orang hotel cemas, takut kejadian apa-apa, pembunuhan misalnya,” sambungnya.

Diva menyebutkan kemudian dicari pemuda sekitar. Warga ramai-ramai gedor pintu kamar penginapan.

“Lalu keluar bapak ini, berpakaian rapi. Pria satu lagi sepertinya syok itu, dia masih muda umur di atas 23 tahun. Masih muda.  Dia bilang ‘bapak kurang ajar’ sambil keluar kamar,” ceritanya.

Warga sempat menanyakan apa yang yang terjadi. AG hanya menundukkan sambil berjalan cepat keluar hotel.

“Sampai halaman hotel lari dia. Kami curiga, kok lari. Keluar pria satu lagi dari kamar itu, dibilangnya ‘dia kurang ajar, bapak bawa saya di sini, bapak apa-apakan saya,” ujar Diva sembari menyebutkan pria itu pergi naik sepeda motor.

AG yang kabur kemudian dikejar warga. AG sempat sembunyi di halaman rumah warga, tapi ketahuan. Akhirnya tertang­kap dan diinterogasi. Setelah itu, AG dibawa warga ke Polsek Padang Utara.

Seorang pedagang di sekitar lokasi penangkapan, Dika Alfian, mengatakan dirinya hanya mengetahui ada orang yang dikejar warga. Sepengetahuannya, permasalahan hubungan sejenis.

“Saya dengar kata orang-orang yang nangkap homo.  Sebentar doang di sini, terus dibawa ke Pol­sek.  Saya tidak kenal dengan orang yang diamankan itu,” tutur dia.

Baca Juga  Sopir jadi Pengedar Narkoba di Sawahlunto

Kapolsek Padang Utara, AKP Yuliadi, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (25/10). Ada tiga warga yang mengantarkan pria yang di dalam video tersebut ke mapolsek.  Namun ia tidak mengenali bahwa pria yang dibawa warga adalah seorang mantan bupati.

“Kata warga yang menga­tar, dia ribut-ribut di penginapan OYO. Ketika ribut-ribut dia ini lari, dikejar warga. Itu cerita warga. Kan dikatakan masalah gay, tapi yang satu orang (pria yang disebut pasangannya) ini tidak ada lagi (di lokasi),”kata AKP Yuliadi, Rabu (29/10).

Informasi dari anggota yang dinas ketika itu, kata AKP Yuliadi, pria ini lalu dijemput di mapolsek oleh seorang yang mengaku sebagai anak angkatnya. Ia mengaku bahwa orang tua angkatnya tersebut sakit jantung.

“Datang anak angkatnya. ‘Ini orang tua angkat saya, dia sakit jantung, dibawa berobat dulu’. Iya kata anggota, anggota ini ada pemeriksaan lain juga, kan. Terus pergi aja lagi, tidak ada kabar lagi,” jelasnya.

AKP Yuliadi memastikan, dalam kasus ini, tidak ada korban yang melapor. Pihaknya pun tidak bisa memastikan benar kejadian yang disebut di media sosial.

“Kita tidak bisa memastikan ini kasus asusila sesama jenis atau tidak. Sebab, saat diamankan tidak ada korban yang melaporkan dan tidak bukti dari kejadian tersebut,” tutupnya. (brm)