METRO SUMBAR

Semangat Gotong Royong dalam JKN, Zaibul Kini Lebih Tenang Jalani Hidup Sehat

0
×

Semangat Gotong Royong dalam JKN, Zaibul Kini Lebih Tenang Jalani Hidup Sehat

Sebarkan artikel ini
HIDUP SEHAT— Peserta JKN Zaibul kini lebih tenang jalani hidup sehat

PAYAKUMBUH, METRO-Bagi sebagian orang, usia lanjut sering kali menjadi masa penuh keterbatasan. Namun bagi Zai­bul Anwar (74), warga asal kota Payakumbuh, masa tuanya justru menjadi bukti nyata betapa besar manfaat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan kuatnya nilai gotong royong di tengah masya­rakat Indonesia.

Melalui program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, Zaibul mampu bertahan dan men­jalani pengobatan pe­nyakit kardiomiopati hipertrofik, yaitu sebuah kelainan jantung yang membuat otot jantung menebal dan menghambat aliran darah. Tidak hanya itu, ia juga bertahan melawan penyakit kardiomiopati dilatasi, yang membuat ruang bilik kiri jantung melebar, se­hingga bagian jantung ter­sebut tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh dengan maksimal.

Lima tahun yang lalu, Zaibul mulai sering me­rasakan nyeri dada, kelelahan dan langkah kaki terasa berat, bahkan pernah pingsan saat melakukan aktivitas ringan. Awalnya, ia mengira gejala tersebut hanya disebabkan oleh faktor usia, tetapi setelah pemeriksaan di rumah sakit, dokter mendiagnosis bahwa ia menderita kardiomiopati hipertrofik dan kardiomiopati dilatasi, pe­nyakit yang memerlukan pemantauan dan pengobatan jangka panjang.

“Semua bermula ketika saya jatuh pingsan di rumah dan harus dilarikan ke IGD rumah sakit terdekat dan dokter mengatakan bahwa saya menderita kelainan jantung dan harus dikontrol terus-menerus, salah satu penyebabnya karena hipertensi. Saya sempat terpikir, bagaimana kalau biayanya mahal, tetapi saya teringat jika sudah menjadi peserta JKN,” ujar Zaibul, Selasa (28/10).

Sejak saat itu, Zaibul mendapatkan rujukan ke RSUD dr. Adnaan WD Pa­yakumbuh dan menjalani serangkaian pemeriksaan rutin, seperti Elektrokardiografi (EKG), rontgen jantung dan pengobatan berkelanjutan. Semua biaya tersebut sepenuhnya ditanggung oleh program JKN dan membuat ia merasa bersyukur karena tidak perlu memikirkan beban biaya pengobatan yang bisa mencapai jutaan rupiah setiap kali kontrol.

Zaibul menyadari bahwa apa yang ia terima bukan sekadar bantuan dari pemerintah, tetapi hasil nyata dari semangat gotong royong seluruh ma­syarakat Indonesia. Melalui iuran yang dibayarkan oleh jutaan peserta JKN setiap bulan, biaya pengobatan dirinya dan banyak pasien lain dapat ditanggung dengan baik. “Program JKN ini berjalan karena semua orang saling membantu, yang sehat membayar iuran untuk membantu yang sedang sakit dan nanti kalau mereka sakit, akan dibantu oleh peserta JKN lain. Inilah makna gotong royong yang sesungguhnya,” ung­kap Zaibul.

Menurutnya, sistem go­tong royong dalam program JKN adalah bentuk modern dari nilai-nilai luhur bangsa. Jika dulu ma­syarakat membantu de­ngan tenaga dan waktu, kini gotong royong diwujudkan dalam bentuk kepedulian secara finansial untuk menjaga kesehatan bersama. “Saya kagum dengan cara BPJS Kesehatan me­ngelola jaminan kesehatan saat ini, sekaligus bangga menjadi bagian dari program ini. Hanya dengan membayar iuran rutin se­tiap bulannya, saya tahu hal itu sangat berarti untuk orang lain yang sedang berjuang melawan penyakitnya,” kata Zaibul.

Selama menjalani pe­ngobatan, Zaibul mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan. Semua pro­ses, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan, hingga pengambilan obat, berjalan dengan tertib tanpa ada kendala. “Petugas dan dokter, baik di rumah sakit maupun di puskesmas, semuanya ramah dan sabar dalam menjelaskan semua tahapan pengobatan de­ngan jelas. Saya tidak pernah merasa diperlakukan berbeda hanya karena menggunakan kartu JKN, yang penting kita sebagai peserta harus patuh terhadap ketentuan dan pro­sedur yang ditetapkan” jelas Zaibul.

Zaibul menilai keberadaan BPJS Kesehatan telah memberikan rasa aman bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi. Ia mengajak masyarakat lain agar tidak ragu untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dan menjadikannya sebagai investasi kesehatan jangka panjang.

“Sekarang berobat tidak perlu khawatir soal biaya, cukup tunjukkan kartu JKN dan pastikan status kepesertaannya aktif, maka semua akan ditangani dengan baik dan memuaskan. Semua kemudahan itu juga dibuktikan de­ngan adanya inovasi Aplikasi Mobile JKN yang membantu pengambilan antrean online menjadi lebih mudah dari rumah, serta inovasi program Prolanis yang membantu pe­ngendalian penyakit kronis yang saya derita,” tambah Zaibul.

Kini, Zaibul menjalani gaya hidup melalui pola makan sehat, rutin berolahraga ringan dan me­ngikuti semua saran dokter. Baginya, kesehatan adalah anugerah yang tidak ternilai dan program JKN adalah bentuk nyata perlindungan kesehatan yang memberi ketenangan di masa tua. (uus)