BERITA UTAMA

Polri Musnahkan 214,8 Ton Narkotika, Prabowo: Narkoba ini Rusak Masa Depan Bangsa!

0
×

Polri Musnahkan 214,8 Ton Narkotika, Prabowo: Narkoba ini Rusak Masa Depan Bangsa!

Sebarkan artikel ini
BB NARKOBA— Kapolri Listyo Sigit menunjukkan barang bukti narkoba di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, kepada Presiden Prabowo Subianto, Rabu (29/10).

JAKARTA, METRO–Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara pemusnahan barang bukti narkotika sebanyak 214,8 ton yang digelar di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10). Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan pemberantasan narkoba bukan hanya soal hukum, melainkan perjuangan menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman kehancuran moral dan mental.

“Narkoba ini merusak ma­sa depan bangsa,” kata Prabowo.

Prabowo mengungkapkan, meski pemberantasan narkoba merupakan prioritas, pemerintah juga harus menyelesaikan persoalan-persoalan krusial lain yang menghambat kemajuan nasional.

“Tapi memang dalam pemerintahan ada hal-hal yang harus kita selesaikan dahulu, masalah utama waktu saya menerima tugas sebagai presiden masalah utama yang saya lihat adalah kebocoran keka­yaan negara,” ujarnya.

Menurutnya, kebocoran sum­ber daya nasional menjadi akar dari berbagai persoalan sosial, termasuk lemahnya pe­ne­gakan hukum dan maraknya peredaran narkotika. Ia menekankan, kekayaan negara adalah fondasi utama bagi keberlangsungan bangsa.

“Apapun yang kita inginkan mustahil kita capai kalau keka­yaan kita tidak kita kuasai, tidak kita kelola. Kekayaan itu ibarat darah di satu badan. Kalau darah kita bocor, mengalir sekian, yang di ujungnya badan manusia itu mati. Sama, suatu negara itu ibaratnya sama dengan badan, dan darahnya itu adalah kekayaan, darahnya itu adalah sumber daya, ujungnya menjadi uang. Tapi uang sumbernya itu dari sumber daya. Kalau sumber dayanya kita bocor, darah kita hilang,” ucapnya.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa kebocoran ke­kayaan negara yang terus terjadi selama puluhan tahun akan berujung pada kegagalan nasional.

“Kalau hilangnya terus-menerus tahun bertahun, berdekade-berdekade, sudah pasti, saudara-saudara, tidak usah orang pintar, tidak usah S3, untuk di ujungnya kita akan gagal sebagai suatu bangsa,” tuturnya.

Ia menilai, salah satu bentuk kerusakan akibat kebocoran ekonomi adalah maraknya penyalahgunaan narkotika yang merusak generasi pe­nerus bang­sa. Karena itu, sejak awal masa pemerintahannya, Prabowo mengaku langsung berupaya memahami dan mengonsolidasikan seluruh kekayaan negara agar dapat dikelola dengan baik.

“Karena itu di awal pemerintahan saya, saya berusaha untuk pertama mengerti, mencari, memahami di mana ke­kayaan kita semuanya, dan saya berusaha mengkonsolidasikan ini,” pungkasnya. (jpg)