OLAHRAGA

Sumbar Tutup PON Beladiri 2025 dengan 25 Medali, Fokus Tatap PON 2028 NTB–NTT

0
×

Sumbar Tutup PON Beladiri 2025 dengan 25 Medali, Fokus Tatap PON 2028 NTB–NTT

Sebarkan artikel ini
MEMBANGGAKAN— Kontingen Sumatera Barat menorehkan hasil membanggakan di ajang PON Beladiri II 2025 di Kudus, Jawa Tengah. Hingga penutupan, kontingen Ranah Minang sukses mengoleksi 25 medali yang terdiri dari 7 emas, 9 perak, dan 9 perunggu.

PADANG, METRO–Kontingen Sumatera Ba­rat menorehkan hasil membanggakan di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri II 2025 yang digelar di Kudus, Jawa Tengah. Hingga penutupan, atlet Ranah Minang sukses membawa pulang 25 medali, terdiri dari 7 emas, 9 perak, dan 9 perunggu, sekaligus menempatkan Sumbar di peringkat kedelapan nasional.

Capaian tersebut menjadikan Sumatera Barat sebagai provinsi terbaik kedua di Pulau Sumatera, hanya kalah dari Sumatera Utara. Tak heran, semangat kebangkitan kini bergema dari kontingen Ranah Minang yang pulang ke tanah kelahiran dengan penuh optimisme.

Dari sepuluh cabang olahraga yang dipertandingkan, Sumbar turun di sembilan di antaranya: tarung derajat, pencak silat, taekwondo, gulat, judo, sambo, karate, wushu, dan shorinji kempo, sementara jiujitsu menjadi satu-satunya cabor yang tidak diikuti.

Cabang sambo menjadi penyumbang terbesar dengan torehan tiga emas, satu perak, dan tiga perunggu.

Medali emas diraih oleh Yusril Mahendra (Sport 53 kg putra), Husnul Amri (Sport 98 kg putra), dan Hari Kharsana Raynold (Combat 98 kg putra).

Satu medali perak disumbangkan Anggun Anugrah R (Sport 54 kg putri), sedangkan Listiana Yamiatul, Rahmat Hidayat, dan M. Marchio Verdo masing-masing me­nyumbang perunggu.

Dari cabang gulat, dua emas berhasil diraih Yusma Deswita (55 kg putri) dan Randa Riandesta (86 kg putra), ditambah satu perunggu oleh Gilang Triawan Riandesta (65 kg putra).

Sementara di pencak silat, Fadlan Rusli tampil gemilang dengan menyabet emas di kelas E (65–70 kg putra). Dua medali perak datang dari Muhammad Farid dan Paula Listi, serta dua perunggu disumbangkan Rheydho Shabilillah (kelas D putra) dan Zahra Fadli (kelas D putri).

Cabor shorinji kempo turut memperkuat perolehan medali dengan satu emas dari Suci Kurnia Dewi (Randori 65 kg putri), empat perak dari Nur Oktaviani, Farhan Jevannecos, dan Afdal Yusra, serta satu perunggu oleh Ardi Kurniawan.

Dari tarung derajat, Sumbar menambah tiga perak lewat Dewi Yosillia, Vebi Sasmita Husna, dan Wahyunus Pratama. Sedangkan di taekwondo, dua perunggu berhasil diraih Qisthy Humairah (U-49 kg putri) dan Genta Al Gifari (U-80 kg putra).

Tiga cabor lainnya — judo, karate, dan wushu — belum meraih medali, namun tetap menunjukkan perjuangan maksimal di arena.

Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menyebut capaian ini sebagai bukti nyata kebangkitan olahraga beladiri di Sumbar.

“Capaian ini menunjukkan bahwa atlet-atlet beladiri Sumbar memiliki potensi besar untuk terus berkem­bang. Mereka sudah berjuang maksimal dan membawa nama daerah dengan penuh kebanggaan,” ujar Hamdanus.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, dan pengurus cabor yang telah berjuang keras di Kudus.

“Berkat kolaborasi yang luar biasa ini, kita bisa pulang dari PON Beladiri II Kudus dengan kepala tegak,” tambahnya.

Sementara itu, Sekreta­ris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, menegaskan bahwa raihan di Kudus menjadi fondasi penting untuk pembinaan jangka panjang.

“Semangat dan kebersamaan kontingen menjadi modal berharga untuk masa depan olahraga beladiri Sumbar. Ini menjadi fondasi kuat menuju PON 2028 di NTB–NTT,” ujarnya.

Dengan hasil tersebut, KONI Sumbar kini berfokus melakukan evaluasi dan penguatan program pembinaan atlet, menjadikan capaian di Kudus sebagai titik awal kebangkitan olahraga Sumatera Barat di kancah nasional. (rom)