BUKITTINGGI, METRO–Pembangunan gedung pustaka di kawasan Panorama tengah menjadi perhatian publik dalam beberapa hari terakhir. Menanggapi hal itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan dilakukan secara profesional dan transparan sejak awal.
Ramlan mengakui, dalam tahapan pembangunan ditemukan beberapa pekerjaan yang belum maksimal, khususnya pada bagian pengecoran balok beton. Ia pun segera memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk menindaklanjuti temuan tersebut.
“Pelaksana harus segera menyelesaikannya. Saya sudah perintahkan PU dan pihak perpustakaan untuk menindaklanjuti. Kalau memang ada kesalahan, berikan sanksi tegas sesuai aturan, mulai dari SP1, SP2, dan seterusnya,” tegas Wali Kota Ramlan usai apel gabungan di Halaman Balai Kota, Senin (27/10).
Terkait isu yang beredar bahwa pelaksana proyek memiliki hubungan kedekatan dengan dirinya, Ramlan membantah tegas hal tersebut.
“Saya luruskan, saya tidak pernah kenal dengan kontraktornya dan juga tidak tahu perusahaan mana yang mengerjakan. Memang waktu saya sidak ke lokasi, ada beberapa orang Bukittinggi yang saya kenal, tapi saya tidak tahu posisi mereka dalam pekerjaan itu,” jelasnya.
Ia menegaskan, kedekatan personal tidak memengaruhi proses pembangunan. Semua tahapan, mulai dari proses lelang hingga pelaksanaan proyek, telah dijalankan sesuai prosedur dan prinsip profesionalisme.
“Masalah kenal atau tidak kenal tidak ada urusannya dengan pekerjaan. Kita bekerja secara profesional. Prosesnya sudah sesuai aturan. Jadi jangan sampai informasi ini dibelok-belokkan. Kritik silakan, tapi yang membangun,” tambah Ramlan.
Wali kota berharap pembangunan gedung pustaka yang menggunakan dana dari pemerintah pusat tersebut dapat diselesaikan tepat waktu.
“Kami berharap pekerjaan ini bisa dipercepat agar pada akhir tahun nanti, gedung pustaka sudah selesai dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” pungkasnya. (pry)





