METRO BISNIS

Refleksi dan Rasa Syukur PLN UIP Sumbagteng di Hari Listrik Nasional ke-80: Terangi Negeri dengan Kepedulian Sosial

1
×

Refleksi dan Rasa Syukur PLN UIP Sumbagteng di Hari Listrik Nasional ke-80: Terangi Negeri dengan Kepedulian Sosial

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, 27 Oktober 2025 — Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mewarnai peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80 yang digelar oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng).

Melalui kegiatan bertajuk “Doa Syukur dan Harapan”, PLN UIP Sumbagteng bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dan Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK) PLN UIP Sumbagteng menyalurkan santunan dan bingkisan kepada 30 anak yatim dan dhuafa di Panti Asuhan Fajar Iman Azzahra, Pekanbaru, Senin (27/10).

Acara sederhana namun sarat makna ini dihadiri oleh General Manager PLN UIP Sumbagteng, Hendro Prasetyawan, Ketua PIKK PLN UIP Sumbagteng, Diah Hendro, pengurus YBM PLN UIP Sumbagteng, serta para pegawai PLN dari berbagai unit.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan doa bersama, dan penyerahan santunan kepada anak-anak panti asuhan yang disambut hangat dan penuh haru.

Dalam sambutannya, Hendro Prasetyawan menegaskan bahwa momen HLN ke-80 bukan hanya perayaan simbolik atas perjalanan panjang PLN dalam menerangi negeri, tetapi juga momentum untuk memperkuat rasa syukur dan kepedulian sosial terhadap sesama.
“Berkumpulnya kita hari ini adalah untuk berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagai wujud syukur atas nikmat 80 tahun PLN menerangi negeri, melalui bentuk kepedulian kepada sesama — khususnya kepada anak-anak di Panti Asuhan Fajar Iman Azzahra. Semoga kegiatan ini menjadi wasilah agar Allah memudahkan segala urusan dan tanggung jawab kita di PLN UIP Sumbagteng,” ujar Hendro.

Baca Juga  Generasi Muda Jangan Gaptek dan jadi Korban Teknologi

Hendro juga menambahkan, keberhasilan PLN dalam menjalankan perannya tidak terlepas dari doa dan dukungan masyarakat. Karena itu, PLN ingin menjadikan momen HLN sebagai wadah untuk mempererat hubungan antara insan PLN dan masyarakat sekitar.
“PLN bukan hanya tentang menghadirkan listrik. Lebih dari itu, kami ingin menghadirkan terang dalam arti yang lebih luas, terang bagi kehidupan, pendidikan, dan masa depan anak-anak bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PIKK PLN UIP Sumbagteng, Diah Hendro, mengungkapkan rasa haru dan bahagia dapat berbagi bersama anak-anak panti asuhan. Menurutnya, doa dan senyum tulus dari anak-anak menjadi sumber kekuatan dan keberkahan bagi keluarga besar PLN.
“Terima kasih atas kesempatan silaturahimnya, sehingga kita bisa berkumpul dan berdoa bersama mensyukuri usia PLN ke-80 tahun. Semoga doa ananda semua di panti asuhan ini mendatangkan kebaikan bagi keluarga besar PLN, khususnya PLN UIP Sumbagteng, dan semoga Allah memberikan keberkahan bagi kita semua,” tuturnya.

Selain memberikan santunan, kegiatan ini juga menjadi ajang refleksi dan silaturahmi bagi pegawai PLN untuk terus menanamkan nilai-nilai Empathy, Integrity, dan Care dalam bekerja dan melayani masyarakat.

Rasa syukur juga disampaikan oleh Metrizal, pengasuh Panti Asuhan Fajar Iman Azzahra, yang menyambut hangat kehadiran rombongan PLN UIP Sumbagteng. Ia menilai kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sosial di sekitar wilayah kerja.
“Alhamdulillah, dalam rangka HLN ke-80, Allah gerakkan hati Bapak dan Ibu dari PLN untuk datang dan berbagi dengan anak-anak kami. Terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. Semoga Allah membalas kebaikan Bapak/Ibu pegawai PLN dengan sebaik-baiknya balasan,” ucap Metrizal.

Baca Juga  Kenaikan Gaji 6,5 Persen, Menko Perekonomian Yakin Mampu Jaga Ekonomi Kelas Menengah

Bagi para anak asuh, kegiatan ini bukan sekadar menerima bantuan, tetapi juga kesempatan untuk merasakan kehangatan dan perhatian dari para insan PLN. Wajah-wajah polos mereka tampak gembira saat menerima bingkisan dan berdoa bersama di aula panti asuhan.

Kegiatan Doa Syukur dan Harapan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Listrik Nasional ke-80 di lingkungan PLN UIP Sumbagteng, yang tahun ini mengusung semangat “Terang untuk Negeri, Energi untuk Kehidupan.”
Melalui berbagai kegiatan sosial dan internal, PLN berkomitmen memperkuat nilai kemanusiaan, keberlanjutan, dan semangat gotong royong dalam setiap langkah pembangunan ketenagalistrikan.

Bagi PLN UIP Sumbagteng, keberadaan listrik bukan hanya infrastruktur teknis, tetapi juga simbol harapan dan kemajuan masyarakat. Melalui YBM dan PIKK, PLN berupaya menghadirkan nilai tambah sosial, membantu sesama, memberdayakan masyarakat, dan menguatkan ikatan kemanusiaan antara pegawai dan lingkungan.

“Momentum 80 tahun ini menjadi pengingat bahwa cahaya yang kita nyalakan tidak hanya di jaringan listrik, tetapi juga di hati manusia. Karena seberapa pun canggihnya teknologi, kebermanfaatan sejati lahir dari rasa peduli,” pungkas Hendro.

Dengan semangat kebersamaan itu, PLN UIP Sumbagteng berharap agar doa dan syukur yang terpanjat di Panti Asuhan Fajar Iman Azzahra menjadi energi kebaikan yang terus mengalir, menerangi langkah PLN dalam menghadirkan terang di seluruh penjuru negeri.