NY. NIA JON FIRMAN PANDU dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Kabupaten Solok. Ada harapan besar untuk mempersiapkan generasi emas 2045.
Untuk mempertegas harapan tersebut, kegiatan ini sengaja mengusung tema, Bunda PAUD Kabupaten, Kecamatan, Nagari dan Pokja Bunda PAUD Siap Membantu Mempersiapkan Generasi Emas 2045″.
Memperkuat peran Bunda PAUD sebagai penggerak utama dalam pembinaan dan pengembangan layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Solok, seakan menjadi semangat dalam menggapai harapan besar itu.
Bunda PAUD Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi dan harapan kepada seluruh Bunda PAUD yang baru dilantik.
“Kepada pengurus yang baru dilantik, mari kita saling bekerja sama dan bersinergi. Semoga pendidikan anak usia dini benar-benar bisa kita persiapkan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Nia menyadari, generasi penerus menjadi tumpuan masa depan daerah. Perhatian terhadap anak di usia dini, juga sangat menentukan agar harapan tersebut dapat terwujud.
Di Kabupaten Solok, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mendapat perhatian serius dalam menciptakan generasi penerus yang berkualitas. PAUD pun dinilai menjadi bagian terpenting dalam melahirkan generasi emas.
“Apalagi, usia 0-5 tahun merupakan waktu terbaik dalam menumbuhkan dan membentuk mental serta karakter anak,” ujar Bunda Nia Jon Firman Pandu.
Salah satu upaya yang dilakukan menurutnya, Pemerintah Kabupaten Solok terus mendorong berkembangnya Pendidikan usia dini, baik di tingkatan PAUD maupun TK.
Bahkan menurutnya, beberapa instansi terkait secara bersama-sama terintegrasi dan mendukung pengembangan pendidikan usia dini. Selain pengembangan kualitas diri dan karakter anak, juga dilakukan dengan peningkatan kualitas gizi anak.
Namun ditegaskannya, maju mundurnya pendidikan usia dini di Kabupaten Solok berada ditangan para pendidik dan pengurus sekolah. Sebab, tidak mudah menjadi guru PAUD dan TK.
Untuk itulah pendidik merupakan ujung tombak dalam pembentukan karakter serta akhlak anak usia dini. Belakangan ini salah satu yang mesti menjadi sorotan Bunda PAUD Kabupaten Solok yakni persoalan stunting yang dipicu oleh kekurangan asupan gizi terhadap anak, baik di masa 9 bulan kandungan maupun pada masa tahun awal kelahiran.
Konsekwensinya, kondisi stunting tidak hanya berdampak buruk pada masa usia dini namun juga dalam masa panjang kehidupan sebab stunting mempengaruhi kapasitas belajar anak hingga resiko penyakit kronis.
Di Kabupate Solok pendidik PAUD selama ini telah berusaha keras dalam pelaksanaan seluruh kegiatan- kegiatan PAUD di Kabupaten Solok dengan mengedepankan pendidikan karakter dan Imtaq.
Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu dalam sambutannya mengapresiasi semangat para Bunda PAUD yang telah siap untuk berperan aktif dalam memajukan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Solok.
“Saya berpesan kepada seluruh Bunda PAUD, yang akan membesarkan generasi adalah bunda-bunda semua. Ini adalah tugas besar dan tanggung jawab yang mulia. Selamat dan sukses, semoga amanah dalam menjalankan tugasnya, bersama- bersama guna mewujudkan generasi bangsa yang cerdas dan penuh kreatifitas,” ungkap Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan Bunda PAUD dalam membentuk generasi yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
“Menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045, kita mulai dari saat ini dengan menyiapkan dan membimbing generasi muda kita. Saya berharap kepada kita semua untuk senantiasa bersinergi dan bekerja sama dalam memajukan kualitas pendidikan di Kabupaten Solok,” tambahnya.
Usai dikukuhkan oleh Bupati Solok, Bunda PAUD Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu kemudian secara resmi melantik 14 Bunda PAUD Kecamatan, 74 Bunda PAUD Nagari, serta Pokja Bunda PAUD Kabupaten Solok. (***)






