METRO BISNIS

Masyarakat Sumbar Pilih Beras Lokal meski Harga Melonjak, Satgas Pangan Polda Sumbar: Faktor Budaya yang Sulit Tergantikan

0
×

Masyarakat Sumbar Pilih Beras Lokal meski Harga Melonjak, Satgas Pangan Polda Sumbar: Faktor Budaya yang Sulit Tergantikan

Sebarkan artikel ini
PEMANTAUAN—Satgas Pangan Polda Sumbar bersama tim gabungan saat melakukan pemantauan harga di Pasar Kota Pariaman.

PDG. PARIAMAN, METRO–Tim Satgas Pangan Polda Sumbar menemukan fenomena menarik saat melakukan pemantauan harga beras di sejumlah daerah.

Meski harga beras lokal seperti Sokan dan Anak Daro melampaui Harga Eceran Tertinggi beras premium, masyarakat Sumbar tetap setia memi­lih beras lokal bertekstur khas “badarai”.

Kecintaan masyarakat terhadap beras lokal mencerminkan kuatnya faktor budaya dalam konsumsi pangan di wilayah ini. Bagi warga Sumbar, cita rasa dan tekstur nasi “badarai” sudah menjadi bagian dari identitas kuli­ner yang sulit tergantikan.

“Sambal boleh be­ru­bah, tapi nasi tetap sama, “ ujar salah satu pedagang di pasar tradisional, menggambarkan loyalitas ma­syarakat terhadap beras lokal.

Salah seorang warga, Wati mengaku lebih memilih beras-beras lokal karena sudah terbiasa dengan tekturnya yang berderai meski harganya dari hari ke hari mengalami kenaikan.

Baca Juga  Pemberdayaan UMKM Terus Dikembangkan di Tanah Datar

“Saya sudah pernah membeli beras yang dijual di Gerakan Pangan Murah, tidak cocok di lidah kita. Berasnya pulen. Kita tidak biasa makan beras seperti itu,” tutur dia.

Di sejumlah pasar tradisional, harga beras Sokan Solok dijual sekitar Rp18.000 per kilogram, sementara Anak Daro berada di kisaran Rp16.000–18.000 per kilogram. Angka ini lebih tinggi dari HET beras premium yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp16.000–16.500 per kilogram.

Fenomena tersebut terungkap saat Tim Satgas Pangan Polda Sumbar me­lakukan pemantauan harga dan ketersediaan beras pada Kamis, 23 Oktober 2025, di Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Agam.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kasubdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Sumbar, bersama perwakilan Badan Pangan Nasional wilayah Sumbar Fitria Pusposari, Anjak Madya Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Arly Jembar, serta perwakilan Bulog Kanwil Sumbar.

Baca Juga  Untuk Korban Bencana Aceh, Sumut dan Sumbar, OJK Keluarkan Kebijakan Perlakuan Khusus Kredit

Turut hadir pula perwakilan dari Dinas Pangan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan, Dinas Perdagangan, Perindustrian dan UMKM, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dari tingkat pro­vinsi, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Agam.

“Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan stok beras tetap aman, serta harga jual di pasar sesuai dengan ketentuan HET sebagai bagian dari upaya stabilisasi pangan nasio­nal. Di Sumbar ini memang sedikit unik. Masyarakat lebih memilih beras lokal walaupun harganya di atas harga beras premium,” ungkap Kombes Pol Arly.  (rgr)