BERITA UTAMA

Peringatan Dies Natalis ke-71, Pertama di Sumatera, UNP Hadirkan Confucius Institute

1
×

Peringatan Dies Natalis ke-71, Pertama di Sumatera, UNP Hadirkan Confucius Institute

Sebarkan artikel ini
PERESMIAN— Staf Khusus Menteri Diktisaintek Prof. Tjitjik Srie Tjahjandarie, Rektor UNP, Krismadinata, Ph.D, Wagub Sumbar, Vasko Ruseimy, Rektor TFSU, Prof. Li Yingying, Senior Eksekutif UNP, Prof. Ganefri, Ph.D dan Atase Pendidikan Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia, Chen Wu menekan sirine peresmian Confucius Institute UNP.

PADANG, METRO–Peringatan puncak Dies Natalis ke-71 Universitas Negeri Padang (UNP) Kamis, (23/10) di Auditorium Gu­bernuran terasa istimewa de­ngan diresmikannya Confucius In­sti­tute dan Pusat Studi Tiongkok UNP.

Hadirnya Confucius Institute dan Pusat Studi Tiongkok ini hasil kolaborasi UNP dengan Tianjin Foreign Studies University (TFSU) dan Pemerintah Tiongkok. Hal ini memperkuat posisi UNP sebagai kampus berkelas dunia yang aktif menjalin diplomasi pendidikan internasional.

Peresmian dihadiri Staf Khusus Menteri Bidang Pemerintahan dan Akuntabilitas Kementerian Pendidikan Tinggi Sains Teknologi (Kemendiktisaintek) Prof. Tjitjik Srie Tjahjandarie, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di China, Yudil Chatim. Juga hadir Atase Pendidikan Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia, Chen Wu, Delegasi Konsulat Jenderal Tiongkok untuk Medan, Huang He, Rektor TFSU, Prof. Li Yingying.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di China, Yudil Chatim mengatakan, kehadiran Confucius Institute di UNP ini, bukan hanya pencapaian institusional, tetapi jembatan baru antara masya­ra­kat Indonesia dan Tiong­kok.

“Confucius Institute di Pulau Sumatera belum pernah ada. Ini yang pertama ada di Pulau Sumatera. Pilihannya waktu itu ada empat daerah, yakni Medan, Batam Palembang dan Padang. Kehadiran di UNP Padang dampaknya lebih besar bagi ma­sya­rakat dibandingkan tiga daerah lainnya itu,” ungkap Putra Asli Payakumbuh itu.

Peran Confucius Institute dalam konteks hubungan bilateral Indonesia dengan Tiongkok menurutnya, semakin erat dan dinamis, sehingga menjadi sangat krusial. Confucius Institute berperan sebagai pusat penguatan bahasa dan budaya dan menjadi episentrum untuk mempelajari Bahasa Mandarin. “Confucius Institute pintu gerbang memahami peradaban filosofi cara berpikir masyarakat Tiong­kok,” ungkapnya.

Tiongkok saat ini menjadi mitra dagang  dan investasi terbesar Indonesia, penguasaan bahasa dan pemahaman budaya menjadi soft skill dengan nilai tidak terhingga. “Kita mendorong mahasiswa Indonesia memiliki kompetensi global. Ini kesempatan bagi kita, Tiongkok datang ke sini mendampingi kita, bersama kita, memperbaiki kualitas SDM kita,” ungkapnya.

Kehadiran Confucius Institute menurutnya juga menjadi katalisator pertukaran pendidikan dan riset, kemitraan dengan UNP sebagai sebuah universitas unggulan di Sumbar dan Sumatera. “UNP memiliki reputasi internasional di bidang bahasa dan budaya. Ini adalah kombinasi yang sempurna,” terangnya.

Atase Pendidikan Ke­du­taan Besar Tiongkok untuk Indonesia, Chen Wu mengucapkan selamat Dies Natalis ke-71 UNP dan pe­res­mian Confucius Institute di UNP, yag merupakan Confucius Institute ke-10 di Indonesia dan pertama di Pulau Sumatera.

Tiongkok dan Indonesia menurutnya, memiliki hubungan bilateral kedua negara yang berada di titik terbaik sepanjang sejarah. Tiongkok mitra dagang terbesar dan investasi asing terbesar di Indonesia. “Ker­­ja sama di berbagai bidang yang semakin meningkat, membutuhkan kemampuan bahasa mandarin sangat penting, dalam me­ningkatkan peluang ker­­ja dan kerja sama,” ucapnya.

Staf Khusus Menteri Bidang Pemerintahan dan Akuntabilitas Kemendiktisaintek Prof. Tjitjik Srie Tjahjandarie juga mengucapkan Dies Natalis ke-71 UNP. “Semoga UNP semakin berjaya dan berdampak. Dalam perjalanan panjang UNP telah menunjukkan kontribusi dan dampak nyata bagi masya­ra­kat,” ungkapnya.

UNP saat ini telah me­lam­paui jalan yang sangat terjal untuk membangun. UNP saat ini sudah menuju ke arah internasionalisasi. “Tentunya menjadi kontributor terbesar peningkatan pendidikan tinggi di Indonesia. Kami sangat menghargai kontribusi dan capaian UNP selaku Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH),” ucapnya.

Tjitjik Srie Tjahjandarie menilai capaian yang di­raih UNP ini berkat kontribusi dari berbagai pihak, baik itu pimpinan, dosen dan mahasiswa. “Dengan keterlibatan berbagai pihak ini akan mengaksele­rasi dan memberikan kon­tribusi nyata pada UNP, sehingga dampak aktivitas, program dan strateginya dirasakan oleh sta­keholder dan masyara­kat serta mitra strategis UNP,” ha­rap­nya.

Dalam perjalanan yang telah mencapai 71 tahun, UNP telah mencatatkan diri  dengan prestasi yang sangat baik secara nasional dan internasional. Capaian ini sangat progresif, sejak UNP menjadi PTNBH.

“Dengan transformasi PTNBH, otonomi yang di­be­rikan mengakselerasi UNP meraih peringkat 36 di ASEAN pada tahun 2025, menjadi kampus terbaik 1 Sumatera, dan peringkat 7 nasional  bidang penelitian sosiologi. Bahkan, UNP pada 2025 masuk jajaran Edurank,” ungkapnya.

Dengan didirikannya Confucius Institute, menjadi upaya penguatan kerja sama, tidak hanya bidang bahasa, tetapi akademik, kebudayaan dan pertukaran ilmu pengetahuan. Sehingga antara Indonesia dengan Tiongkok, terjalin kolaborasi pendidikan, pe­ne­litian dan pengembangan SDM berwawasan global. “Pengelolaan Confucius Institutedi UNP secara inovatif dan adaptif diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” harapnya.

Rektor UNP,  Krismadinata, Ph.D. menyebutkan, tahun ini UNP mencatat sejumlah capaian membanggakan tingkat nasional dan internasional. UNP kini telah masuk jajaran perguruan tinggi kelas dunia berdasarkan pemeringkatan Times Higher Education (THE) World University Rankings, QS World University Rankings, dan THE Impact Rankings.

Khusus QS Rankings, UNP masuk 20 perguruan tinggi dari 26 perguruan tinggi Indonesia masuk perguruan tinggi kelas dunia.  Kebanggaan lain, dari Times Higher Education Impact Rankings. UNP tercatat berkontribusi signifikan mendukung tujuan pem­bangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDGs 4-Quality Education.

Selain itu, berdasarkan Scimago Institutions Rankings (SIR), UNP terus meningkat signifikan dalam produktivitas publikasi ilmiah dan dampak sitasi global. Semua capaian ini hasil kerja keras kolektif seluruh sivitas akademika, pa­ra dosen yang tekun meneliti, tenaga kependidikan yang melayani dengan tulus, dan mahasiswa yang terus berprestasi di berbagai bidang.

Tahun ini UNP memiliki lebih 140 mitra dari 32 ne­gara yang menjalin kerja sama di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian. Kolaborasi strategis ini mencakup penandatanganan kerja sama dengan Korea Halal Certification Authority untuk memper­kuat Halal Center dan mendukung industri halal berorientasi ekspor; kerja sama dengan TFSU dan Chinese International Education Foundation (CIEF) dalam pembentukan Confucius Institute, serta kola­borasi dengan IMI (International Management Institute) Switzerland, Université Laval Canada, dan Toulouse INP Prancis da­lam pengembangan dual degree dan riset bersama.

Krismadinata mengatakan, pendirian Confucius Institute menjadi momentum penting dalam perjalanan UNP menuju universitas unggul dan berdampak global.  “Kita ingin UNP menjadi rumah pe­nge­tahuan yang melahirkan inovasi, pusat kebudayaan yang menumbuhkan nilai kemanusiaan, dan sumber inspirasi bagi bang­sa,” ujarnya.

Kehadiran Confucius Institute bukan sekadar wadah pembelajaran Bahasa Mandarin, tetapi juga simbol kerja sama budaya dan riset antarbangsa. “Me­lalui kemitraan ini, UNP memperluas jejaring akademik global, memperkuat diplomasi kebudayaan, dan membuka ja­lan bagi riset kolaboratif lintas negara,” tambahnya.

Sementara itu, Konsul Jenderal Tiongkok untuk Medan, Huang He, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Tiongkok da­lam mendukung pengembangan pendidikan di UNP.  “Kami tidak hanya membantu mendirikan pusat bahasa, tetapi juga siap membuka jurusan Bahasa Mandarin dengan pengajar langsung dari Tiongkok. Kami optimistis, pada Agus­tus 2026 jumlah mahasiswa jurusan ini bisa mencapai lebih dari 1.000 orang,” ujarnya.

Kerja sama ini juga mendapat apresiasi dari LLDikti Wilayah X, yang menyebut langkah UNP sebagai contoh nyata inovasi perguruan tinggi ne­geri di bidang internasionalisasi pendidikan. Ke de­pan,  Confucius Institute UNP diharapkan ber­kem­bang menjadi pusat riset dan pengabdian ma­sya­rakat yang berdampak luas.

Wakil Gubernur Su­matera Barat (Wagub Sum­bar), Vasko Ruseimy, tu­rut menyampaikan dukungan penuh dari Pemprov Sumbar.  “Kami berharap keberadaan Institut Konfusius dapat memperkuat hubungan kerja sama antara masyarakat Sumbar dan Tiongkok, serta membuka peluang ekonomi dan pen­didikan yang lebih luas,” ujarnya.

Acara puncak Dies Natalis ke-71 UNP juga diwarnai orasi ilmiah oleh Rektor TFSU, Prof. Li Yingying, yang menekankan pentingnya kolaborasi antar universitas untuk memper­kuat jembatan kebudayaan dan inovasi akademik global.

Dengan semangat “Ja­ya dan Berdampak”, UNP terus menunjukkan komitmennya sebagai universitas yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga aktif berkontribusi dalam percaturan pendidikan global.

Peresmian Confucius Institute ditandai dengan menekan sirine secara simbolis. Selain itu juga juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara TFSU dan Universitas Bung Hatta, serta pemberian penghargaan bagi mitra strategis UNP dari berbagai daerah di Sumbar.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua dan Sekretaris Majelis Wali Amanat UNP, Senior Eksekutif UNP, Ketua, Sekretaris Senat UNP beserta seluruh Ketua dan dan Anggota Senat Fakultas se-lingkungan UNP, Wakil Rektor UNP, Sekretaris UNP, Dekan dan Direktur Sekolah se-UNP, Guru Besar, Pimpinan Bank Nagari, BRI, BNI, Bank Syariah Indonesia, dan Bank BTN serta mitra UNP lain­nya.(fan/adv)