METRO SUMBAR

Peran Santri Sebagai Penjaga Kemerdekaan, Sekaligus Penggerak Kemajuan

0
×

Peran Santri Sebagai Penjaga Kemerdekaan, Sekaligus Penggerak Kemajuan

Sebarkan artikel ini
UPACARA HARI SANTRI— Sekretaris Daerah Dr. H. Syamsurizaldi menghadiri Upacara Peringatan Hari Santri Nasional di Pesantren Muhammad Al-Fatih, Rabu (22/10).

PADANG ARO, METRO–Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menyebut santri telah memiliki peran dalam kemerdekaan hingga pembangunan Indonesia sejak lama. Hal ini lan­taran pesantren tak hanya tempat para santri menimba ilmu sekaligus menempah diri dalam akhlak dan karakter.

Hal ini disampaikan Bupati Solok Selatan melalui Sekretaris Daerah Dr. H. Syamsurizaldi dalam Upa­cara Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Solok Selatan di Pesantren Muhammad Al-Fatih, Pinti Kayu, Rabu (22/10).

“Tema peringatan Hari Santri tahun ini ‘Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia’ men­cerminkan tekad dan peran santri sebagai penjaga kemerdekaan sekaligus penggerak kemajuan. Santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman,” kata Syamsurizaldi.

Baca Juga  Sumbar Alami Deflasi 0,30 Persen pada April 2024, Adang: Dipicu Turunnya Harga Komoditas Pangan

Menurutnya, santri harus hadir sebagai pe­laku sejarah baru, menjadi pem­bawa nilai-nilai Islam dalam membangun pera­daban dunia yang damai, adil, dan berke­adaban.

Menurutnya, pemerintah telah memberikan du­kungan ke pesantren, dari pusat hingga ke daerah, sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan yang setara kepada pesantren sebagai lembaga yang khas Indonesia.

“Hari Santri harus menjadi momentum kebangkitan santri Indonesia. Dan santri sekarang tidak ha­nya menguasai kitab ku­ning, tetapi juga harus menguasai teknologi, sains, dan bahasa dunia,” lanjutnya.

Syamsurizaldi berpesan kepada seluruh santri untuk menjadi santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Tetap merawat tradisi pesantren, tetapi juga menggunakan inovasi zaman. “Bawalah semangat pesantren ke ruang publik, ke dunia kerja, ke ranah internasional. Tunjukkan bahwa santri mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton,” tutupnya.

Baca Juga  Melalui Workshop E-Walidata, Diskominfotik Sumbar Dukung Pembangunan Berbasis Data

Upacara yang diselenggarakan bersama dengan Kantor Kementerian Agama Solok Selatan ini juga diikuti oleh jajaran Forkopimda, siswa/siswi dan guru dari lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama. Usai upacara dilakukan penandatanganan Komitmen Ber­sama Pesantren Ramah Anak oleh seluruh Pimpinan Pondok Pesantren di Kabupaten Solok Selatan. (jef)