AGAM/BUKITTINGGI

Percepatan Penurunan Stunting, Pemko Bukittinggi Perkuat Sinergi Lintas Sektor

0
×

Percepatan Penurunan Stunting, Pemko Bukittinggi Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kota Bukittinggi terus menunjukkan komitmennya dalam upaya menurunkan angka stunting. Hal ini ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang berlangsung di Aula Balai Kota Bukittinggi, Selasa (21/10). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis.

Dalam sambutannya, Ibnu Asis menegaskan bahwa stunting bukan se­kadar persoalan kesehatan, melainkan isu multidimensi yang berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan masa depan bangsa. Oleh karena itu, penanganannya perlu dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi.

“Stunting bukan hanya masalah gizi, tetapi persoalan sosial dan ekonomi yang membutuhkan intervensi lintas sektor. Pendekatan aksi konvergensi menekankan pentingnya keterpaduan program agar upaya pencegahan dan penurunan stunting berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujar Ibnu Asis.

Baca Juga  Kukuhkan DPC FKDT Masa Bakti 2024-2027, Bupati Agam Apresiasi Prestasi Santri

Lebih lanjut, Wawako menjelaskan bahwa pemerintah pusat menargetkan penurunan prevalensi stunting menjadi 14,4 persen pada tahun 2029 dan 5 persen pada tahun 2045, sebagaimana tercantum dalam RPJPN 2025–2045.

Di tingkat daerah, Kota Bukittinggi mencatat kemajuan signifikan, di mana prevalensi stunting pada tahun 2024 turun menjadi 16,8 persen, atau menurun 3,3 poin dibanding tahun sebelumnya.

“Untuk mendukung kebijakan nasional, Pemko Bukittinggi terus memper­kuat kelembagaan TPPS, meningkatkan kapasitas kader Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta melaksanakan program berbasis masya­rakat seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting),” jelasnya.

Baca Juga  3 Guru Berprestasi Melaju ke Tingkat Nasional

Ibnu Asis juga mengajak seluruh perangkat da­erah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam mewujudkan Bukittinggi bebas stunting.

“Pencegahan dan penurunan stunting adalah investasi jangka panjang. Kita ingin menyiapkan ge­nerasi yang sehat, cerdas, dan produktif untuk masa depan bangsa,” tegasnya.

Rapat koordinasi ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama antar-stakeholder agar setiap program penanganan stunting di Bukittinggi berjalan terarah, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (pry)