METRO PADANG

200 Ribu Warga di 55 Kelurahan Ikuti Drill Gempa Bumi Berpotensi Tsunami

1
×

200 Ribu Warga di 55 Kelurahan Ikuti Drill Gempa Bumi Berpotensi Tsunami

Sebarkan artikel ini
WORKSHOP DRILL GEMPA— Wali Kota Padang, Fadly Amran menghadiri Workshop Drill Menghadapi Gempa Bumi Berpotensi Tsunami di Gedung Youth Centre, Selasa (21/10). Rencananya, pada 5 November, sekitar 200 ribu warga Kota Padang bakal mengikuti simulasi yang melibatkan 55 kelurahan.

PADANG, METRO– Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mematangkan rencana Drill Menghadapi Gem­pa Bumi Berpotensi Tsunami yang akan dilaksanakan pada 5 November 2025 nanti. Lebih 200 ribu warga Kota Padang yang tinggal dan ber­akti­vitas di zona merah tsunami bakal diikutsertakan dalam kegiatan kesiapsiagaan bencana itu.

Selasa (21/10), Pemko me­ng­gelar Workshop Drill Meng­ha­dapi Gempa Bumi Ber­po­ten­si Tsunami di Gedung Youth Centre. Wali Kota Padang, Fadly Amran menyebut bahwa Drill Menghadapi Gempa Bumi Berpotensi Tsunami ini sangat penting untuk me­mas­tikan seluruh warga Pa­dang senantiasa me­miliki kesiapsiagaan tinggi terhadap potensi bencana.

“Berdasarkan tulisan di National Geographic Indonesia edisi I, Kota Padang disebut sebagai kota dengan potensi resiko tsunami tertinggi di dunia jika ditinjau dari jumlah penduduk yang berada di pesisir pantai. Dari 1 juta jiwa penduduk Padang, sekitar 60 persennya beraktifitas di kawasan perkiraan landaan tsunami. Untuk itu, kesiapsiagaan menjadi sa­ngat penting,” kata Fadly Amran.

Baca Juga  MAN 3 Padang Tingkatkan Sarana Ibadah dengan Swadaya 

Lebih lanjut, dia menyebut bahwa menurut data Kajian Risiko Bencana Kota Padang  Tahun 2023, dampak tsunami dapat mengancam 8 kecamatan, 55 Kelurahan dengan 242.750 ji­wa terpapar. Sebanyak 77.014 jiwa merupakan umur rentan. 637 jiwa disabilitas.

“Pertanyaannya, seberapa siap kita jika bencana tsunami tersebut terjadi? Jawabannya melalui latihan dan simulasi ini. Workshop hari ini, akan menggambarkan rencana evakuasi masing-masing unsur,” ujarnya.

Ditekankan Fadly Amran, workshop yang dilakukan harus mendiskusikan de­ngan detail rencana eva­kuasi masing-masing, agar tidak bertumbrukan di jalan, agar tidak penuh sesak di tempat evakuasi.

“Puncaknya, Insya Allah pada 5 November nanti Kota Padang akan melaksanakan Tsunami Drill terbesar yang pernah dilaksanakan. Ditargetkan diikuti 200 ribu masyarakat Kota Padang, di 55 kelurahan. Mohon dukungan kita semua. Simulasi mesti zero accident,” tegasnya.

Kalaksa BPBD Kota Pa­dang, Hendri Zulviton me­nyebut, dalam sesi workshop kali ini diundang pelaku-pelaku yang diharapkan ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan nanti, yaitu satuan pendidikan mulai dari TK, SD dan SMP sebanyak 217 orang. Ma­sya­rakat yang terdiri dari Ketua RW pada 8 kelurahan terdampak tsunami, sebanyak 492 orang. Perwakilan instansi, lembaga, dunia usaha, rumah sakit, perbankan, perhotelan sebanyak 124 orang. OPD Kota Padang sebanyak 88 orang

Baca Juga  Gubernur Tambahkan RKB untuk SMAKPA Padang

“Jadi total peserta kegiatan hari ini totalnya mencapai 921 orang,” kata Hendri Zulviton dalam laporannya.

Dikatakannya, fokus workshop adalah memastikan setiap instansi atau lembaga sudah memiliki rencana evakuasi dan peta evakuasi.

“Jika belum, akan kita fasilitasi proses penyusunannya. Jika sudah, akan kita review bersama. Bisa saja nanti rencana eva­kua­si­nya saling beririsan antara satu dengan yang lainnya. Bisa saja di tempat eva­kuasi yang sama. Dan akan kita lihat, apakah tem­pat evakuasi yang ditu­ju tersebut  kapasitasnya mencukupi atau tidak,” jelasnya. (brm)