METRO PADANG

Konsumen Lebih Memilih Belanja Online, Pedagang Toko Keluhkan Sepinya Pembeli

0
×

Konsumen Lebih Memilih Belanja Online, Pedagang Toko Keluhkan Sepinya Pembeli

Sebarkan artikel ini

PASAR RAYA, METRO – Pengunjung pasar tradisional di Kota Padang sepi. Pedagang pun mengeluh, karena omzet jualannya turun cukup drastis. Sepinya pengunjung, lantaran masyarakat yang menjadi langganan di toko konvensial lebih memilih belanja online. Pasalnya, dengan jual beli online seorang pembeli bisa membeli produk apa saja sembari tiduran di rumah.
“Biasanya, pedagang-pedagang pakaian dalam, dan baju di pasar raya ini mulai jam 8 pagi pengunjung dan pedagang sudah mulai bertransaksi, tapi sekarang sepertinya sudah sepi,” ujar salah seorang pedagang, Mami, Kamis (25/4).
Menurut Mami, perubahan perilaku konsumen yang terjadi ini diakibatkan oleh maraknya para pelaku bisnis yang menjual produknya secara online. Dia menyebutkan, jika mulai akhir pekan atau seperti Jumat, Sabtu, dan Minggu dagangan seperti pakaian dalam dan baju sudah ramai pukul 11.00-16.30 WIB.
“Mungkin yang jualan dagangan melalui online bisa memanjakan konsumen, ditambah banyak diskonannya. Kalau dilihat iklan sejumlah toko online juga memberikan penawaran gratis ongkos kirim, dan ada juga memberikan cashback 20 persen,” ujar Mami.
Hal senada disampaikan Ajo, pemilik toko emas. Menurut dia, tak bisa dipungkiri kehadiran sistem online menjadi tantangan lantaran orang jadi enggan pergi ke pasar untuk berbelanja. Kendati demikian, dia tak anti dengan toko online. Bahkan, dia sempat membeli barang lewat online shop.
“Sudah sepi sejak 2 tahun terakhir, banyak konsumen beranggapan belanja online lebih murah. Tapi sebetulnya perbedaan harga tersebut tergantung biaya yang kita keluarkan, kita harus bayar gaji karyawan, pajak. Kalau online kan tidak seperti itu,” tutur Ajo.
Sementara itu, Pengamat Ekonomi dari Universitas Andalas (Unand), Elfindri menyebutkan, setidaknya ada dua faktor yang menyebabkan turunnya daya beli masyarakat di pusat-pusat perbelanjaan di Kota Padang. Apalagi saat ini, kata dia, pangsa pasar pedagang konvensional berkurang karena munculnya toko online.
Pertama terangnya, adanya pelambatan pertumbuhan ekonomi yang juga berdampak pada penurunan daya beli. Hal ini terjadi di seluruh kelompok pendapatan, khususnya kelompok pendapatan menengah.
“Kedua, adanya pergeseran metode berbelanja dan pola konsumsi masyarakat. Konsumen, khususnya anak muda, cenderung memilih produk yang inovatif, berbelanja untuk mengisi waktu luang, dan sistem belanja virtual,” kata Elfindri.
Pendapat serupa juga disampaikan Pengamat dari Universitas Negeri Padang (UNP), Marwan. Menurut dia, masyarakat mulai beralih ke transaksi online karena adanya perbedaan harga dan layanan dengan transaksi di toko konvensional.
Marwan menyebutkan, harga barang di toko online jauh lebih murah dan transaksinya juga lebih mudah. Pembeli bisa membanding-bandingkan harga antara toko satu dengan toko lainnya dengan gampang melalui gawai.
Lebih mahalnya harga di toko-toko konvensional, menurut Marwan lagi, disebabkan oleh biaya sewa toko dan gaji karyawan yang harus dikeluarkan oleh pedagang. Pergeseran ini adalah tanda masyarakat sudah mulai melek ekonomi.
Untuk mengatasi persoalan ini, Marwan menyarankan, pedagang konvensional mesti beradaptasi dan mulai mengarahkan bisnisnya ke sistem online dengan tetap mempertahankan tokonya secara fisik. Pihak pengelola pusat perbelanjaan harus melalukan inovasi.
“Pengelola toko konvensional juga mesti melakukan inovasi dengan memadukan pusat perbelanjaan dengan adanya tempat jualan makanan dan minuman mini agar pengunjung kembali ramai. Jadi kalau pengunjung bosan bisa beli minuman,” tukas Marwan. (mil)