BERITA UTAMA

Terlilit Utang, Papa Muda Gantung Diri, Ada Surat Gadai Hp dalam Dompet

1
×

Terlilit Utang, Papa Muda Gantung Diri, Ada Surat Gadai Hp dalam Dompet

Sebarkan artikel ini
GANTUNG DIRI— Jenazah korban yang ditemukan tewas gantung diri di Kelurahan Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, dibawa ke RS Bhayangkara Padang.

PADANG, METRO–Warga Gang Bandes Cengkeh, Kelurahan Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, dibuat heboh dengan penemuan mayat pria yang tewas gantung diri dalam rumahnya, pada Minggu (19/10) sekitar pukul 12.00 WIB.

Korban diketahui berinisial RPD (29) memiliki istri yang berstatus PNS di salah satu rumah sakit di Kota Padang dan memiliki seo­rang anak yang masih bali­ta. Pihak Kepolisian men­duga korban nekat meng­akhiri hidup gegara ma­salah ekonomi dan utang.

Kapolsek Lubuk Bega­lung Kompol Robby Setiadi Purba membenarkan keja­dian tersebut. Menurutnya, korban pertama kali dite­mukan oleh istrinya, ROM (29) bersama kedua mer­tuanya, M (70) dan MP (66), yang datang dari Pa­ria­man.

“Mereka mendatangi rumah korban karena tidak mendapat respons meski sudah memanggil dan me­ngetuk pintu berulang kali. Kecurigaan muncul setelah melihat sepeda motor kor­ban masih terparkir di te­ras,” kata Kompol Robby, Senin (20/10).

Dijelaskan Kompol Rob­by, kkrena pintu terkunci dari dalam, keluarga me­me­cahkan kaca jendela dan mengambil kunci ru­mah. Saat masuk, mereka mendapati korban tergan­tung di kusen pintu kamar dengan kain sarung.

“Mendapati korban se­perti itu, ketiga saksi lang­sung panik dan berteriak histeris. Tetangga korban pun berdatangan ke lokasi untk menyaksikannya. War­ga juga melaporkan pe­nemuan mayat tergan­tung itu ke Polsek,” jelas Kompol Robby.

Kompol Robby menam­bahkan, pihaknya bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polresta Padang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan memintai keterangan dari saksi-saksi.

“Hasil olah TKP oleh tim Identifikasi dan SPKT Pol­resta Padang mengin­dika­sikan motif ekonomi. Kami menemukan satu unit pon­sel dan dompet berisi surat gadai Hp merek Infinix senilai Rp1,2 juta,” ujar Kompol Robby.

Dikatakan Kompol Rob­by, di dalam dompet korban tidak ditemukan uang tunai. Dengan adanya temuan itu, dapat diduga korban  mengalami teka­nan ekonomi sebelum me­ngakhiri hidupnya.

“Istri korban mengaku tidak mengetahui bahwa suaminya telah mengga­daikan ponselnya. Ponsel yang ditemukan di lokasi merupakan pinjaman dari teman sepupu korban se­jak Jumat malam (17/10),” ungkap Kompol Robby.

Kompol Robby mene­gaskan, berdasarkan pe­me­riksaan awal menun­jukkan korban sudah me­ninggal sekitar 1×24 jam sebelum ditemukan. Polisi memastikan tidak ada tan­da kekerasan pada tubuh korban.

“Jenazah kemudian di­ba­wa ke RS Bhayangkara Padang untuk visum luar. Keluarga menolak autopsi dan menandatangani surat pernyataan. Sekitar pukul 18.12 WIB, jenazah diserah­kan ke keluarga untuk di­ma­kamkan di Pariaman Utara,” tukasnya. (*)