BUKITTINGGI, METRO – Ribuan mahasiswa IAIN Bukittinggi, melakukan aksi demonstrasi di depan rektorat, Kamis (25/4) sekitar pukul 08.00 WIB. Mereka berorasi menyuarakan lima tuntutan terhadap pihak kampus dengan rtema “Kami bukan mahasiswa yang buta.”
Aksi berlangsung sejak pukul 08.00.WIB sampai pukul 12.00 WIB. Dengan tuntutan, penegasan transparansi regulasi yang berliku, revisi RAKKL Pionir 2019, jangan persulit mahasiswa untuk wisuda, perlakukan mahasiswa dengan adil terkait sarana dan prasarana dan menuntut Staf Kampus untuk menjaga profesionalitas dan netralitas.
Lima tuntutan tersebut, mahasiswa IAIN Bukittinggi mengatakan banyak hal yang tidak sesuai dalam kampus. Salah satunya dalam penggunaan gedung Sport Center (SC) kampus untuk mahasiswa melakukan kegiatan slalu dipersulit. Sementara kalau kegiatan yang ada dananya cepat diberikan izin untuk pemakaian gedung SC.
Ditambah lagi dengan beberapa mahasiswa yang di persulit meminta tanda tangan untuk diwisuda April 2019. Karena masa jabatan Rektor IAIN Bukittinggi sudah habis, sampai saat ini belum ada tanda-tanda penggantian rektor.
Tidak hanya itu mahasiswa juga menuntut hak pemakaian bus kampus untuk kegiatan luar kampus oleh pihak kampus, banyak ketidaktransparan pihak kampus dengan mahasiswa.
Dalam aksi selama empat jam kurang lebih tersebut, mahasiswa ditemui oleh Wakil Rektor III Nuraisya dan seluruh dekan IAIN Bukittinggi, dengan cara di ndang kedalam gedung sebanyak 45 orang mahasiswa.
Korlap Penyampaian Lima Tuntutan, Febri Trifanda mengatakan dalam orasi yang diikuti oleh seluruh jurusan, berjumlah 1.700 orang di depan kantor rektorat bersama mahasiswa lainnya melakukan demo aksi damai, untuk penyampaian keluhan mahasiswa IAIN Bukittinggi supaya ditanggapi dengan cepat.
”Pihak kampus yang selama ini menganggap mahasiwa IAIN Bukittinggi buta terhadap trasparansi kampus,” kata Febri
Selanjutaya ditambahkan Zakri, sebagai ketua Umum Senat Mahasiswa IAIN yang ikut serta dalam pertemuan 45 orang mahasiswa menyebut, mahasiswa merasa tenang dengan janji akan mengabulkan permintaan mahasiswa nantinya.
“Sampai saat ini mahasiswa menunggu info lebih lanjut dengan membubarkan diri,” ujarnya.
Wakil Rektor III IAIN Bukittinggi Nuraisyah mengatakan, pihak kampus menerima keluhan keluhan yang disampaikan mahasiswa di depan kantor rektorat.
“Kami sudah mengajak mahasiswa rapat sebayak 45 orang. Dan kami menjelaskan tentang tututan mereka. Mereka juga paham dengan apa yang kami sampaikan,” katanya. (u)





