FIFA mengumumkan bahwa lebih dari satu juta tiket telah terjual hanya beberapa minggu setelah penjualan resmi dibuka. Menurut FIFA, hal ini menunjukkan tingginya minat penggemar sepak bola seluruh dunia untuk menjadi bagian dari turnamen sepak bola terbesar itu.
Dalam pernyataan resminya, Presiden FIFA Gianni Infantino mengungkapkan rasa bangganya terhadap sambutan luar biasa dari para penggemar.
“Hari ini, kami merayakan penjualan lebih dari 1 juta tiket Piala Dunia FIFA setelah Visa Presale Draw,” ujar Infantino dikutip dari Instagram resminya.
FIFA menyebutkan bahwa pembeli tiket berasal dari 200 negara dan wilayah dengan permintaan tertinggi datang dari Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, tiga negara yang menjadi tuan rumah.
“Hingga saat ini, tiket telah dibeli oleh para penggemar yang berasal lebih dari 200 negara dan wilayah, dengan permintaan tertinggi datang dari tuan rumah yang antusias, yaitu Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat,” tutup Infantino.
Selain itu, dilansir dari AP News (17/10), Inggris, Jerman, Brasil, Spanyol, Kolombia, Argentina, dan Prancis masuk dalam sepuluh besar negara dengan jumlah pembelian tertinggi.
Turnamen sepak bola akbar ini akan digelar mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di 16 stadion di kawasan Amerika Utara, termasuk laga final yang dijadwalkan berlangsung di East Rutherford, New Jersey.
Berdasarkan estimasi, total ada sekitar 7,1 juta kursi yang akan disediakan untuk 104 pertandingan, menjadikannya edisi dengan kapasitas penonton terbesar dalam sejarah Piala Dunia.
Penjualan tiket dilakukan melalui sistem undian (lotre) yang diikuti 4,5 juta pendaftar. Tiket resmi dibanderol mulai 60 dolar AS (sekitar Rp 994 ribu) hingga sekitar 6.370 dolar AS (sekitar Rp 105 juta).
Sementara itu, di situs penjualan ulang FIFA (resale site), harga untuk laga final mencapai 57.500 dolar AS (sekitar Rp 953 juta) per kursi, tergantung permintaan.
Untuk pertama kalinya, FIFA juga menerapkan sistem dynamic pricing yang memungkinkan harga berubah sesuai tingkat permintaan.
Meski antusiasme tinggi, FIFA belum merinci jumlah tiket yang dijual di setiap kota tuan rumah. Di sisi lain, isu visa dan kebijakan imigrasi Amerika Serikat disebut menjadi tantangan tersendiri bagi penonton internasional yang ingin hadir langsung ke stadion.
Tidak hanya itu, keluhan harga tiket yang tidak stabil dan dirasa terlalu mahal dengan membandingkannya dengan Piala Dunia 2022 di Qatar membuat penggemar harus berpikir dua kali untuk mengamankan tiket. (jpg)






