AGAM/BUKITTINGGI

Percepatan Pembangunan dan Ketahanan Pangan, Bupati Agam Dorong Pemetaan Wilayah Palupuh

0
×

Percepatan Pembangunan dan Ketahanan Pangan, Bupati Agam Dorong Pemetaan Wilayah Palupuh

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGAN KERJA— Bupati Agam, Benni Warlis melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Palupuh, Rabu (15/10).

AGAM, METRO–Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM Dt. Tan Batuah, meminta Camat Palupuh untuk melakukan pemetaan kon­disi wilayah secara menyeluruh agar setiap kebutuhan masyarakat dapat terukur dan program pembangunan berjalan tepat sasaran. Hal tersebut disampaikan Bupati saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Palupuh, Rabu (15/10).

Menurutnya, Palupuh memiliki karakteristik wilayah yang khas dengan jarak antar nagari dan sekolah yang relatif jauh. Kondisi ini menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah.

“Kita perlu tahu secara rinci jumlah se­kolah, jarak dari dapur MBG, serta kondisi jalan dan geografisnya. Dengan begitu, pendistribusian makanan bergizi bisa berjalan efektif. Program MBG ini sangat penting bagi tumbuh kembang anak-anak kita,” ujar Bupati Benni Warlis.

Ia menegaskan bahwa daerah seperti Palupuh akan menda­pat perlakuan khusus dalam pelaksanaan MBG, mengingat tantangan geografis dan akses yang cukup sulit.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti pentingnya pembangunan Seko­lah Rakyat sebagai program prioritas pemerintah pusat. Ia mengapresiasi masyarakat yang telah bersedia menghibahkan tanah untuk pembangunan sekolah tersebut.

“Semangat kebersamaan dan gotong royong ini luar biasa. Sekolah Rakyat akan menjadi tonggak bagi anak-anak kita untuk mendapatkan pendidikan yang layak di pe­losok nagari,” ungkapnya.

Selain sektor pendidikan, Bupati juga menyoroti potensi besar Palupuh di bidang pertanian, pariwisata, dan hasil hutan. Ia mendorong ma­syarakat untuk memanfaatkan lahan kurang produktif untuk komoditas seperti kopi, jagung, cabai, bawang, jahe, dan tanaman hortikultura lainnya.

“Kita ingin Palupuh mandiri pangan. Ibarat pepatah, padi masak, jaguang maupiah, taranak bakambang biak — artinya kehidupan masyara­kat makmur, pangan cukup, dan ekonomi berputar dengan baik,” ujar Bupati penuh semangat.

Menurutnya, pepatah ter­sebut menjadi simbol harapan besar pemerintah daerah agar Palupuh tumbuh menjadi nagari yang sejahtera dan berdaya saing di bidang pertanian dan peternakan.

Terkait infrastruktur, Bupati menyampaikan bahwa pihaknya telah mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar sejumlah ruas jalan seperti Sitingkai, Pagadih, dan lainnya dijadikan prioritas pembangunan.

Langkah itu diharapkan dapat memperlancar akses distribusi pangan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat.

“Semua persoalan di Palupuh akan kita tindak lanjuti melalui OPD terkait. Pemerintah daerah hadir untuk mencari solusi, bukan sekadar meninjau,” tegasnya.

Usai berdiskusi di kantor camat, Bupati bersama rombongan meninjau langsung sejumlah nagari, di antaranya Pasia Laweh, Pagadih, Nan Tujuah, Nan Limo, dan Koto Rantang.

Di Nagari Pasia Laweh, Bupati meninjau lokasi calon Sekolah Rakyat, sementara di Pagadih ia meninjau potensi pertanian dan kehutanan serta mengingatkan pentingnya optimalisasi lahan dan kemitraan antar kelompok tani dan BUMNag.

Saat berkunjung ke Nagari Nan Tujuah, Bupati menekankan pentingnya tertib administrasi dan pengelolaan keuangan nagari serta meninjau kondisi SDN 11 Nan Tujuah yang sempat terdampak bencana.

Di Nagari Nan Limo, ia mengapresiasi BUMNag Limo Sepakat yang tengah mengembangkan program Sawak Pokok Murah (SPM) dan Sayur Pokok Murah, serta pembibitan kopi dan tanaman hortikultura.

Ketua BUMNag, Nanda, menyampaikan bahwa program ini masih tahap awal namun diharapkan dapat menjadi contoh bagi nagari lain.

“Mudah-mudahan apa yang kami rintis ini bisa menjadi inspirasi dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Kunjungan diakhiri di Nagari Koto Rantang, di mana Bupati menegaskan bahwa Palupuh memiliki panorama alam, budaya, dan hasil bumi yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Agam.

“Palupuh ini memiliki alam yang elok, budaya yang kuat, dan hasil pertanian yang men­janjikan. Kalau dikelola dengan baik, Palupuh bisa menjadi nagari yang padi masak, jaguang maupiah, taranak bakambang biak — itulah kesejahteraan yang ingin kita wujudkan,” tutup Bupati Benni Warlis. (pry)