SOLOK, METRO–Wakil Wali Kota Solok, Suryadi Nurdal, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Solok untuk terus mendukung upaya pengendalian inflasi. Salah satunya Pemko Solok akan memperkuat koordinasi lintas sektor dan memperkuat peran TPID Kota Solok dalam menjaga stabilitas harga.
“Pemerintah daerah akan terus memantau dinamika harga dan memastikan intervensi yang cepat pada komoditas strategis seperti beras, cabai, dan ayam guna menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.
Selain kebijakan tersebut, Pemkot Solok juga telah melakukan tindakan nyata dengan menggelar Pasar Murah Gerakan Pangan Murah di beberapa titik di Kota Solok sebagai langkah konkret untuk menekan inflasi.
“Kota Solok, berupaya untuk memperkuat strategi pengendalian inflasi, meningkatkan ketahanan pangan, serta memastikan keberlanjutan dukungan terhadap program nasional perumahan rakyat,” jelasnya.
Dikatakan bahwa dari data nasional dalam Rakor Nasional Pengendalian Inflasi tercatat bahwa tingkat inflasi nasional meningkat dari 2,31% pada Agustus menjadi 2,65% pada September (year-on-year).
Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya harga komoditas makanan, minuman, tembakau, serta layanan perawatan pribadi, dengan fokus pada lonjakan harga cabai merah dan daging ayam.
“Kondisi ini menunjukkan adanya tantangan ekonomi yang membutuhkan langkah-langkah strategis, terutama dalam menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan akses yang merata terhadap komoditas penting di seluruh wilayah Indonesia,” paparnya. (vko)






