PADANG, METRO–Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Muhidi menyerahkan bantuan baju batik kepada para guru di empat sekolah, yakni SMA Negeri 1 Padang, SMA Negeri 2 Padang, SMA Negeri 10 Padang, dan SMA Negeri 3 Padang, Selasa (14/10). Kegiatan itu sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara pimpinan DPRD dengan para tenaga pendidik.
Dalam pertemuan tersebut, para guru menyampaikan aspirasi agar Pemerintah Provinsi Sumbar membuka akses beasiswa S2 bagi guru. Mereka menilai jumlah guru bergelar magister terus menurun, sementara biaya pendidikan tinggi masih menjadi kendala. Dukungan pemerintah dinilai penting untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas tenaga pendidik.
Selain itu, sejumlah guru honorer, terutama dari kategori R3 dan R4, juga menanyakan kepastian status mereka agar dapat diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) secara penuh.
Menanggapi hal itu, Muhidi menegaskan dirinya akan terus memperjuangkan nasib guru dan tenaga honorer. Ia mengungkapkan, saat tenaga kependidikan tidak mendapat formasi dalam rekrutmen PPPK sebelumnya, dirinya langsung berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB hingga akhirnya lahir formasi R3.
“Saat formasi PPPK awal tidak memasukkan tenaga kependidikan provinsi, saya langsung ke Kemenpan untuk memperjuangkannya. Akhirnya lahir formasi R3, disusul R4 yang sebelumnya bahkan berencana berdemo. Waktu itu R4 sudah terdata di Dapodik, tetapi belum masuk BKN. Saya juga berkoordinasi dengan Gubernur agar mereka bisa diakomodasi sebagai tenaga paruh waktu. Mudah-mudahan minggu ini ada tindak lanjut untuk R3,” ujar Muhidi.
Terkait usulan beasiswa S2, Muhidi menyatakan dukungannya terhadap peningkatan kapasitas guru. Namun, ia menjelaskan bahwa penganggaran program tersebut berada di ranah eksekutif.
“Salah satu program yang saya dorong adalah pendidikan untuk generasi muda potensial agar bisa berkontribusi bagi pembangunan daerah. Tapi untuk beasiswa, kewenangannya ada di pemerintah daerah, bukan DPRD,” jelasnya.
Muhidi yang juga berlatar belakang guru menegaskan bahwa peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan menjadi salah satu prioritas utamanya.
“Program kami di bidang pendidikan menyasar siswa dan guru. Untuk siswa, ada pengadaan buku senilai Rp1 miliar, pelatihan kepemimpinan dasar (LDK) bagi pengurus OSIS, serta kegiatan literasi. Sedangkan bagi guru, ada pembagian seragam batik dan alokasi Rp2 miliar untuk peningkatan kapasitas tahun depan,” tuturnya.












