METRO SUMBAR

Lapas Narkotika Kelas III Sawahlunto Berdayakan Warga Binaan

0
×

Lapas Narkotika Kelas III Sawahlunto Berdayakan Warga Binaan

Sebarkan artikel ini

SAWAHLUNTO, METRO–Lapas Narkotika Kelas III Kota Sawahlunto terus berupaya membina dan memberdayakan narapidana (warga binaan) kasus narkoba.  Salah satu program unggulannya adalah pelatihan keterampilan keman­dirian, seperti membatik, membuat batik ecoprint, pertukangan, pertanian, hingga otomotif. Beragam hasil karya warga binaan ini bahkan telah dipasarkan melalui berbagai pameran.

Lapas Narkotika Sawahlunto kini dikenal lewat produksi batik cap atau batik stempel dengan desain khas. Motifnya tidak sekadar indah, tetapi juga sarat makna simbol rantai melambangkan pekerja paksa tambang Ombilin tahun 1892, sedangkan kawat berduri jadi lambang lembaga pemasyarakatan itu sendiri.

Kepala Lapas Narkotika Sawahlunto, Ressi Setiawan, didampingi Ikhsan Al Afaf (Kasubsi Pem­binaan) dan Doni Okta Sanjaya (Kasubsi Admisi dan Orientasi), mengatakan bahwa para warga binaan juga dilatih membuat batik kombinasi memadukan teknik tulis dan cap untuk menghasilkan produk lebih kreatif dan bernilai jual.  “Kami berkomitmen memberikan pembinaan, terapi, dan pelatihan kemandirian kepada seluruh warga binaan agar mereka siap kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan,” ujar Ressi. Saat ini, Lapas Narkotika Sawahlunto menampung 507 narapidana kasus narkoba, baik pengguna maupun pengedar, dengan masa hukuman bervariasi. (pin)