METRO SUMBAR

Pasca Insiden di Alahan Panjang, Gubernur Prihatin dan Minta Pengawasan Penginapan Diperketat

1
×

Pasca Insiden di Alahan Panjang, Gubernur Prihatin dan Minta Pengawasan Penginapan Diperketat

Sebarkan artikel ini
KETERANGAN PERS— Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah memberikan keterangan pada wartawan usai kegiatan terkait insiden maut yang menimpa pasangan suami istri di kawasan wisata Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Kamis (9/10) lalu.

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menyampaikan rasa prihatin mendalam atas peristiwa yang menimpa pasangan suami istri yang diduga terpapar gas Karbon Monoksida di salah satu penginapan di kawasan wisata Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Kamis (9/10) lalu.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, saya turut berduka cita yang se­da­lam-dalamnya atas mu­sibah ini. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Mahyeldi di Padang, Senin (13/10).

Mahyeldi menegaskan, kejadian ini harus menjadi peringatan bagi seluruh kepala daerah di Sumbar agar memperketat pengawasan terhadap usaha jasa penginapan, baik hotel, wisma, homestay, hingga tenda glamping yang bersifat komersial. Ia meminta Bupati dan Wali Kota menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat aspek keamanan dan keselamatan wisatawan.

Baca Juga  Produk Asal Sumbar Berpeluang Tembus Pasar Afrika

“Ini penting menjadi perhatian Bupati dan Wali Kota. Setiap usaha penginapan harus benar-benar memenuhi standar ke­amanan dan perizinan sesuai ketentuan. Keselamatan pengunjung adalah hal utama,” tegas Mahyeldi.

Gubernur juga menyebutkan bahwa dirinya baru memperoleh informasi kejadian tersebut dari pemberitaan media. Ia berharap laporan resmi dari Pemerintah Kabupaten Solok segera diterima, agar dapat menjadi bahan kajian dan evaluasi bersama seluruh pihak terkait.

“Kita memang baru me­ngetahui dari media, disebutkan sementara pe­nyebabnya karena papa­ran gas dari pemanas air. Tapi tentu, kita menunggu laporan lengkap dari Bupati agar bisa dikaji secara menyeluruh dan dicarikan langkah pencegahannya kedepan,” jelasnya.

Baca Juga  Kabut Asap Bikin Kualitas Udara di Agam Menurun, Bupati Imbau Warga Gunakan Masker

Mahyeldi menambahkan, Pemprov Sumbar te­rus berkomitmen memperkuat tata kelola sektor pariwisata yang aman dan berkelanjutan. Ia menilai, keselamatan wisatawan merupakan bagian pen­ting dari citra dan kenyamanan destinasi wisata Sumbar.

“Sumbar dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Karena itu, seluruh pelaku usaha pariwisata, termasuk penginapan, wajib menjadikan keamanan dan keselamatan tamu sebagai prioritas. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegas Mahyeldi.

Diketahui, dalam kejadian di Kawasan Alahan Panjang tersebut, seorang wanita bernama Cindy Desta Nanda (28) dinyatakan meninggal dunia, sementara suaminya Gilang Kurniawan (28) masih menjalani perawatan medis intensif. (fan)