LANGKAH mengejutkan datang dari dunia olahraga ketika Presiden FIFA Gianni Infantino, turut hadir dalam KTT Perdamaian di Mesir pada Senin (13/10) malam.
Meski acara tersebut bukan bagian dari agenda olahraga, Infantino terlihat berdiri sejajar dengan para pemimpin dunia yang membahas perjanjian damai antara Hamas dan Israel.
KTT yang digelar di resor Sharm el-Sheikh itu mempertemukan para kepala negara dari berbagai kawasan Arab dan Barat. Pertemuan ini menjadi momen penting dalam upaya meratifikasi perjanjian Gaza secara simbolis.
Di antara tokoh yang hadir, tampak Presiden Turki Recep Tayyip Erdoðan, Perdana Menteri Inggris Kier Starmer, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Kehadiran Infantino dalam forum politik tingkat tinggi tersebut sontak menarik perhatian publik internasional. Dalam unggahan di akun Instagram resminya, Presiden FIFA itu menjelaskan alasan di balik kehadirannya.
“Saya menghadiri KTT perdamaian yang sangat penting ini. Kehadiran para pemimpin dunia dari berbagai negara dan perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa, di antaranya, melambangkan upaya kolektif. Saya sangat yakin bahwa kita semua harus bersatu untuk membangun jembatan. Saya berterima kasih kepada semua orang atas dukungan mereka untuk perdamaian, terutama kepada Trump atas undangannya,” tulis Infantino.
Pernyataan tersebut mengonfirmasi bahwa undangan datang langsung dari Presiden Trump, yang dikenal memiliki hubungan cukup baik dengan Infantino sejak kerja sama antara FIFA dan Amerika Serikat dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Meski belum ada keterangan resmi dari pihak Gedung Putih mengenai alasan spesifik di balik undangan tersebut, hubungan keduanya dinilai mencerminkan kepentingan simbolis menjelang turnamen global itu.
Keikutsertaan Infantino di forum yang bernuansa diplomatik menjadi sorotan karena FIFA selama ini berupaya menjaga jarak dari ranah politik. Namun, bagi sebagian pengamat, langkah tersebut dianggap mencerminkan pendekatan soft diplomacy. Olahraga digunakan sebagai sarana membangun jembatan komunikasi lintas negara.
KTT di Mesir kali ini digambarkan sebagai momentum penting untuk menunjukkan komitmen global terhadap perdamaian di Timur Tengah. Mesir, sebagai tuan rumah, memainkan peran sentral dalam memfasilitasi dialog antara berbagai pihak yang terlibat, dengan dukungan politik dari Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa.
Bagi Infantino, kehadirannya tampak dimaksudkan untuk menegaskan posisi FIFA sebagai organisasi yang tidak hanya mengelola sepak bola, tetapi juga mempromosikan nilai-nilai universal seperti solidaritas dan perdamaian.
Meski demikian, belum ada pernyataan lebih lanjut dari FIFA mengenai kemungkinan tindak lanjut dari partisipasi sang presiden dalam KTT tersebut.
Keterlibatan seorang tokoh olahraga dalam forum diplomatik semacam ini mungkin jarang terjadi, tetapi bagi Infantino, langkah itu tampak sejalan dengan visi FIFA yang ingin menempatkan sepak bola sebagai kekuatan pemersatu dunia.
Dalam lanskap global yang kian kompleks, kehadirannya di Sharm el-Sheikh menegaskan bahwa bahkan di tengah ketegangan politik, olahraga tetap bisa menjadi jembatan yang mempertemukan banyak pihak. (jpg)






