METRO SUMBAR

42.369 Berstatus Swasta Tak Ada Negeri, Menag Nasaruddin Tekankan Penguatan Pesantren

0
×

42.369 Berstatus Swasta Tak Ada Negeri, Menag Nasaruddin Tekankan Penguatan Pesantren

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN— Menag Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan pada kegiatan penendatanganan kesepakatan bersama antara Kementerian PU, Kemenag, Kemendagri dan Kemenko PM, Selasa (14/10).

JAKARTA, METRO–Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar me­nyampaikan bahwa pesantren merupakan aset pendidikan keagamaan terbesar di Indonesia. Se­bab, Pondok Pesantren yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia, tak ada yang negeri.

Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin Umar saat menandatangani ke­sepakatan bersama de­ngan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Gedung Heritage, Kementerian Koordinator Bidang Pemberda­yaan Masyarakat (Kemenko PM), Jakarta, Selasa (14/10).

“Jumlah pondok pesantren di Indonesia sa­ngat banyak, mencapai 42.369. Semuanya swasta, tidak ada yang negeri. Madrasah negeri hanya sekitar 5 persen, sementara 95 persen lainnya swasta. Sedangkan sekolah umum justru sebaliknya, 95 per­sen negeri dan 5 persen swasta,” kata Menag Nasaruddin Umar saat me­nyampaikan sambutan.

Nasaruddin menegaskan, penguatan infrastruktur pesantren bukan ha­nya soal bangunan, tetapi juga wujud perlindungan negara terhadap anak-anak yang sedang belajar di lembaga keagamaan.

“Kasus yang menimpa pondok pesantren di Jawa Timur kemarin menjadi pengingat bagi kita semua. Yang penting jangan sampai kasus seperti itu terulang kembali. Kita ingin memastikan keamanan dan kelayakan bangunan di pesantren seluruh Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga  Kampung KB Pagang Dalam Gelar Upacara HUT RI, Maigus Nasir: Orang Tua Prihatin dengan Sistem Belajar During 

Nasaruddin menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian besar terhadap dunia pesantren. Menurutnya, itu merupakan bukti kehadiran negara terhadap pesantren.

“Saya mewakili komunitas pesantren berterima kasih kepada Presiden Prabowo yang begitu cepat memberikan arahan kepada semuanya dan menambah sedikit anggaran. Ini bukti perhatian negara terhadap pendidikan pesantren,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan pihaknya akan mengambil peran teknis dalam setiap bangunan pondok pesantren yang aman dan memenuhi standar keandalan konstruksi. Ia menekankan, pihaknya akan memulai dengan pemetaan dan uji sampling terhadap bangunan pesantren di ber­bagai daerah.

“Kami akan membantu memastikan agar bangu­nan pesantren layak dan aman. Fokus awalnya pada sampling kualitas bangu­nan di 80 pesantren yang akan kami laporkan kepada Menteri Agama untuk tindak lanjut,” tutur Doddy.

Baca Juga  GJB Peduli Masyarakat Kurang Mampu

Ia menambahkan, tim teknis PU juga akan mendampingi proses perizinan bangunan dan memberikan pelatihan teknis sederhana kepada pengelola pesantren.

“Kami ingin pesantren tidak kesulitan mengurus Persetujuan Bangunan dan Gedung (PBG), dan bagi yang kecil, kami bantu de­ngan panduan konstruksi dasar agar lebih aman,” urainya.

Senada juga disampaikan, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Ia menegaskan, perlindungan terhadap santri adalah wujud keadilan negara.

“Yang paling pokok a­dalah rasa aman dan nyaman bagi proses belajar anak-anak kita. Itu makna keadilan negara,” pungkasnya.

Kesepakatan tiga kementerian ini mencakup pertukaran data dan informasi pesantren di bawah pembinaan Kementerian Agama, dukungan teknis terhadap keandalan ba­ngunan dan penyehatan lingkungan, serta koordinasi pembinaan dan pengawasan PBG oleh pemerintah daerah. (jpg)